,
BALI - Seorang warga (39) yang juga kelahiran Jakarta ini, kebingungan hingga pusing tujuh keliling lantaran akses jalan menuju rumahnya ditutup oleh...
Jakarta- Notaris Ngadino memutuskan akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang sebagai bakal calon Walikota periode...
BALI - Kasus dugaan pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh seorang terapis pijat asal Buleleng, Bali bernama Ni Luh Putu Sudiarmi di...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
Jakarta, Suara Journalist KPK Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Tak tanggung-tanggung,...
11 Oktober 2023 | Dibaca: 2169 Kali
8 Tahun Bebas Berkeliaran, Terpidana Korupsi Mantan Bupati Merauke John Gebze Bertemu Mahfud MD Dan Wapres "Lsm Kampak Papua" Kajati Papua Diminta Tangkap JGG

suarajournalist- Heran, Masa negara melindungi terpidana korupsi bebas hirup udara segar di luar, kata aktifis anti korupsi johan rumkorem melalui rilisnya. Kata johan, ini sudah keterlaluan, masa negara masih memelihara koruptor berkeliaran di luar, memangnya John Gebze itu siapa, sampai kok negara bisa tunduk sama terpidana, ucap johan.

Aktif anti korupsi ini tak henti-hentinya bersuara demi keadilan hukum di tanah papua, kami tetap berdiri diatas fondasi Hukum NKRI untuk membantu negara dalam penegakkan Undang-undang NKRI. Atas nama Undang-undang NKRI kami meminta kepada yang terhormat Bapak Kejati Papua segera printahkan Kejari Merauke untuk eksekusi terpidana Korupsi John Gluba Gebze karena melalui Putusan Nomor 942.K.Pid.Sus/2015 yang menjelaskan bahwa Mahkamah Agung Menolak Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi II /Terdakwa Johanes Gluba Hebze dan Mengabulkan Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi I / Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Merauke. Terpidana korupsi John Gebze divonis selama 10 tahun sejak 2015, tapi kok sampai saat ini masih bebas, ini sudah tidak benar, untuk itu, kami meminta Kejati Papua segera eksekusi Terpidana John Gebze, tutur johan.

Menurut johan, ini sudah tidak adil, masa Joseph rinta saja yang dieksekusi, padahal keduanya satu paket, dan sejak tahun 2017, kami datang ke kejati papua meminta pihak kejati papua eksekusi mantan Direktur rumah sakit Jospeh Rinta, dan hari itupun juga dieksekusi dan yang bersangkutan dibawa ke lapas abe, vonisnya 7 tahun, tapi kok barangkali John gebze setorannya banyak makanya kami menduga ada oknum kejaksaan yang melakukan pembiaraan terhadap mantan bupati merauke yang benar-benar terpidana korupsi yang merugikan keuangan sebesar Rp 18 milyard, tandasnya.

Pemerhati Anti korupsi mengharapkan kajati papua jebloskan para terpidana yang bebas hirup udara segar keadalam penjara, harus dijebloskan, kalau tidak dijebloskan ke penjara ini berarti sangat berpotensi sekali pada penyuapannya, negara kita ini negara hukum jadi segera eksekusi,  kami melihat para oknum penegak hukum di Kejaksaan Negeri Merauke selaku eksekutor maupun institusi setingkat diatasnya yaitu Kejaksaan Tinggi Papua terkesan mendiamkan bahkan patut diduga ada kongkalingkong dengan terpidana makanya sudah 8 tahun bebas berkeliaran di luar hirup udara segar. Kasusnya sama persis dengan terpidana korupsi di waropen Hein Ayomi yang baru saja dieksekusi 2 minggu lalu (2023), kasusnya cukup lama, terpidana dibiarkan bebas hirup udara segar di luar selama 6 tahun, untuk itu, kami meminta supaya terpidana jangan diam juga, harus buka suara, siapa saja oknum kejaksaan yang diduga diberi tip, harus kase tahu supaya kami laporkan ke komisi kejaksaan, kita harus sama-sama membongkar kejahatan seperti ini, pintah johan.

Yang memalukan lagi, terpidana john gebze sempat mampir ke Jakarta dan menemui serta berpose bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Republik Indonesia Mahfud MD yang adalah petinggi Negara.

Ada apa dengan persoalan penegakan hukum di Negara ini? Apa kabar Bapak Menteri Politik Hukum dan HAM Mahfud MD yang selalu berada digaris terdepan berkoar-koar soal penegakkan hukum?

Apalagi sering tampil ke publik menjelaskan persoalan Gubernur Papua Non Aktif Lukas Enembe yang baru berstatus tersangka?

Apa kabar Bapak Jaksa Agung RI? Tidak lucu kan kalau perkara kecil soal eksekusi terpidana korupsi tersebut harus tunggu perintah dari Presiden RI Joko Widodo?

Kejaksaan Agung RI yang merupakan institusi hukum mapan dan tua Indonesia seolah tak berdaya mengeksekusi keputusan tersebut.

Sebagai institusi senior, lembaga tersebut bisa diibaratkan sebagai harimau tua yang mulai ompong, dan lambat bergerak, penuh dengan parasit mematikan yang menggerogotinya dari dalam yang membuatnya tidak sehat dan semakin susah berlari mengejar laju lari rusa Merauke.

Sudah jelas, pasti ada yg salah dengan organ-organ di tubuh Kejaksaan Agung yang diistilahkan dengan ‘white ant’, semut putih atau rayap yang secara perlahan menggerogoti tiang penjuru institusi tersebut dari dalam.

Justru, KPK sebagai lembaga anti rasuah baru, lebih mampu menunjukkan kehebatannya dalam membasmi kejahatan luar biasa di Indonesia yakni, korupsi.

Eltinus Omaleng dan Lukas Enembe telah di tahan di Jakarta, tentu keduanya akan bertanya-tanya, “apakah negara besar ini melakukan penegakan hukum dengan cara tebang pilih?” tutup johan.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>