,
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Suarajournalist-kpk.id-Kubu Raya- Penyelenggara proyek jasa milik pemerintah perlu transparan di samping kualitas dan mutu di pertanyakan hasil...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
16 Oktober 2020 | Dibaca: 733 Kali
Akui Pihak Pengembang Komplek Central Regensi Tidak Rubah SKRK, Warga Perumahan Mulyosari Mapan Lapor Dewan Tolak Pembangunan Klinik Mata

SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Surabaya– Warga Mulyosari  mengadu ke Komisi C DPRD kota Surabaya, terkait pembangunan klinik di lokasi Perumahan Mulyosari Mapan yang lebih dikenal dengan nama Komplek Central Park Regency Surabaya.
 
Tantra Lingga selaku Perwakilan warga Perumahan Mulyosari Mapan mengatakan, bahwa seluruh warga komplek sepakat menolak atas pembangunan klinik mata di dalam kluster perumahan. Saat ditemui media SJ-Kpk selesai hearing,  (14/10/2020)
 
Tantra Lingga menjelaskan, awalnya pembangunan klinik kesehatan berada di lokasi perumahan warga, dan sudah diputuskan oleh pengembang memang sebagai perumahan, bukan berfungsi sebagai commercial area.
 
“Sejak tahun lalu kami sudah mengajukan keberatan ke dinas terkait, soal pembangunan klinik tersebut, namun kesulitan beralasan karena surat keterangan rencana kota (SKRK) sudah dikeluarkan,” jelasnya
 
Padahal pihak pengembang komplek Central Regensi Mulyosari tidak pernah mengeluarkan perubahan SKRK. Dan, temuan kejanggalan inilah yang kita laporkan ke dewan untuk ditindaklanjuti, katanya
 
Tantra Lingga kembali menegaskan, jika pembangunan klinik ini tidak dihentikan, bukan tidak mungkin kedepannya akan menimbulkan masalah.
 
Misalnya, bagaimana pembuangan limbah klinik kesehatan, tidak adanya ruang terbuka, jadi lahan dihabiskan bangun klinik, temboknya nempel dengan tetangganya, jelasnya
 
“ Warga Mulyosari Mapan minta distop pembangunan klinik yang berada di perumahan Mulyosari Mapan.”tegas Tantra.
 
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono selesai memimpin hearing mengatakan, dalam hearing tadi bahwa warga menolak berdirinya klinik mata di dalam komplek Central Regensi Mulyosari.
 
“Jadi warga protes atas pembangunan klinik kesehatan berada di dalam satu komplek, sehingga tidak setuju berdirinya klinik tersebut.”ungkap Baktiono.
 
Sementara itu Aggota Komisi C, Ghoni juga mengatakan, bahwa untuk pembangunan klinik sementara dihentikan, maka akan diadakan hearing lagi dan sidak lokasi, pungkasnya (B4M/SJ-KPK)
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>