,
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Jakarta, SuaraJournalist KPK | Visi, Misi, Program Nawacita Presiden  Joko Widodo dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
04 September 2018 | Dibaca: 129 Kali
Babak Akhir SH Praperadilankan Kapolres Mempawah

Mempawah, SuaraJournalist-KPK | Praperadilan yang diajukan Suryadi Bin Hamzah terhadap Kepala Kepolisian Resort Mempawah memasuki babak akhir. Hari ini, Selasa (4/9/2018), Sidang dipimpin Hakim Tunggal Erlyan, SH.,MH.

Sidang yang seharusnya dimulai pukul 10.00 wib. Namun hakim Erlyan mendahulukan sidang yang lainnya, sehingga dimulai pukul 12.50 wib.
Sidang yang dihadiri kedua belah pihak, masing-masing didampingi oleh kuasa hukum mereka.

Dari pantauan Media SJ-KPK, sidang di hari kedua ini, hakim langsung membacakan dakwaan tanpa melakukan pemeriksaan terhadap saksi pemohon maupun saksi termohon  praperadilan.

Dalam pembacaan dakwaan tersebut, pemohon praperadilan didakwa melanggar  Pasal 351 ayat (1) KUHP.  Serta mengacu pada Pasal 82 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menyatakan bahwa "dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur".

Kuasa hukum Pemohon praperadilan, Maskoriani, SH, merasa kecewa dan merasa tak dihargai di pengadilan negeri Mempawah.

“Saya selaku kuasa hukum sangat kecewa dengan pengadilan di Mempawah ini. Semua dilanggar. Saya selaku kuasa hukum/pemohon tak dihargai,"tegas maskoriani,SH.

Lanjut ia, Ini pengadilan main-main. Sandiwara peradilan sedang dipertontonkan kepada masyarakat. Ungkapnya

Penasehat hukum Pemohon, Maskoriani,SH, pada media mengatakan, mengakui bahwa praperadilan yang diajukan kliennya ke Pengadilan Negeri Mempawah gugur.

"Dakwaan sudah dibacakan seperti ini, berarti gugur sudah," kata Maskoriani di Pengadilan Negeri Mempawah, Selasa (4/9/2018).

Maskoriani menilai pembacaan dakwaan hari ini dipaksakan, agar menggugurkan gugurkan praperadilan kliennya.

“Pembacaan surat dakwaan sengaja dipaksakan hari ini untuk menggugurkan praperadilan Suryadi yang baru masuk sidang ke dua kali”
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>