,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
03 Oktober 2019 | Dibaca: 30 Kali
Bupati Haryanto Kukuhkan Tujuh Kepala Sekolah  

Bertempatkan di aula kantor BKPP Kabupaten Pati, tujuh kepala sekolah dikukuhkan langsung oleh Bupati Pati Haryanto, Rabu (2/10). Dari tujuh kepala sekolah tersebut, tiga orang berdasarkan promosi jabatan sedangkan empat lainnya karena mutasi.

Usai melantik dua kepala SD dan lima kepala SMP ini, Bupati mengatakan bagi kepala sekolah yang mendapat tugas di sekolah yang jauh dari kota, tidak usah khawatir dan berharap agar segera dipindah di kota. Sebab, hal tersebut pasti akan dilalui dengan sendirinya.

"Kalau kita sudah berniat mengabdi, yang dikerjakan dan dipentingkan itu ialah pengabdiannya terlebih dahulu. Jangan mengutamakan kepentingan yang lain," tegasnya.

Haryanto juga menegaskan, sebagai kepala sekolah tidak usah berharap ingin dipindahkan dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Sebab, yang namanya sebuah sistem, pasti akan berjalan dengan sendirinya. Ia menyebut bahwa pihaknya tidak akan pernah memberikan kepercayaan tidak pada tempatnya.

"Tugas tambahan ini hendaknya diperhatikan dan dikerjakan sebaik - baiknya. Mengapa tugas tambahan? Sebab selain menjadi kepala sekolah, juga sebagai guru," terangnya.

Haryanto berharap, baik kepada kepala sekolah yang baru dikukuhkan maupun para guru agar selalu fokus pada pendidikan. Sebab dunia pendidikan saat ini juga tak lepas dari sorotan. Terlebih, sebagian orang ada yang belum bisa membedakan mana yang pungutan liar mana yang swadaya.

"Jelas kalau swadaya itu kan dirembug dahulu. Berbeda dengan pungutan liar yang tidak dirembug dahulu, memaksa serta penggunaannya tidak jelas. Kalau tidak mampu, ya malah dibebaskan, bukan dipaksa," tutupnya. (SP/hms)
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>