,
BALI - Seorang warga (39) yang juga kelahiran Jakarta ini, kebingungan hingga pusing tujuh keliling lantaran akses jalan menuju rumahnya ditutup oleh...
Jakarta- Notaris Ngadino memutuskan akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang sebagai bakal calon Walikota periode...
BALI - Kasus dugaan pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh seorang terapis pijat asal Buleleng, Bali bernama Ni Luh Putu Sudiarmi di...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
Jakarta, Suara Journalist KPK Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Tak tanggung-tanggung,...
31 Oktober 2023 | Dibaca: 1920 Kali
Kejati Papua Diminta Priksa Jaksa Yang Mabuk Di Bar Waropen. "Kampak Papua" Diduga Lindungi Korupsi di Waropen, Harus Dicopot

suarajournalist- Inilah moralitas oknum Aparat Penegak Hukum kita, bukannya menegakkan hukum tapi malah memanfatkan jubah Adhyaksa jaksanya untuk menutupi berbagai kasus-kasus korupsi di waropen dengan modus miras, ungkap aktifis anti korupsi Lsm kampak papua johan rumkorem. Sungguh memalukan, ada oknum jaksa yang diduga mabuk-mabukan bersama beberapa ladies di Bar jalan 6 SP 5 waren, kab waropen. Kalau kelakuan oknum jaksa seperti begini, bagimna mau menegakkan hukum, mendingan dicopot saja. Kami curiga laporan-laporan tindak pidana korupsi yang dilaporkan oleh masyarakat ke kejaksaan yapen sudah jelas-jelas dimanfaatkan sebagai proyek, faktanya ada oknum jaksa yang mabuk-mabukan di bar, tandas johan. 

Johan menjelaskan, Kejaksaan tinggi papua memerintahkan jaksanya turun ke waropen untuk sita alat-alat berat, di sana ada pihak bank papua, setelah dilakukan penyitaan, mereka lagi mabuk-mabukan, saya kira itu hak setiap orang dan sah-sah saja, tapi ingat, ada kasus korupsi  yang di selidiki oleh kejaksaan negeri yapen yaitu pembangunan puskesmas waren di waropen, nilainya Rp 7 milyard, tahun anggaran 2019, dan kasusnya sudah dinaikan ke Penyidikan, tapi tidak jelas kasusnya.

Kami minta supaya Kejati Papua segera copot jaksa tersebut karena tidak profesional menangani kasus korupsi di waropen, segera diganti secepatnya, masih ada jaksa-jaksa yang hebat di papua, kami tidak suka prilaku oknum jaksa seperti begitu, tolong jaga nama baik intitusi dan marwah Adhyaksa jaksanya, harus berdiri tegak lurus membela UU NKRI, bukan menggunakan jubah Adhyaksanya untuk menutupi kasus,  saya kira jaksa model-model begini harus dibina ulang, tutur johan. 

Sembari johan menuturkan, ini laporan masyarakat dan kami sudah pastikan, dan sumber informasi sudah sangat jelas, jadi kami minta segera ganti jaksa tersebut. Herannya, diduga yang bayar minuman keras di Bar itu, salah satu Konsultan yang dipekerjakan oleh Dinas Kesehatan. Dan konsultan itu yang selalu menangani proyek-proyek di dinas kesehatan, makanya kami curiga ada dil dan dil dengan miras dan ladies, jadi apa yang kami duga tarnyata kasus korupsi pembangunan puskesmas waren yang sudah dinaikan ke tahap penyidikan lamban karena ada dil dan dengan miras di Bar, 
 tidak mungkin oknum jaksa yang mabuk itu bayar di kasir sampai 30 juta rupiah, tidak mungkinlah, pasti ada yang bayar itu, apalgi kasus-kasus korupsi lagi ramai di waropen pasti ada tip dari pejabatlah.

Kami jujur, ada pejabat di waropen yang suru anak buahnya ketemu kami di biak untuk negosiasi, tapi kami sudah bilang, kalau ada yang datang lagi, kalian suruh pulang saja, dan kami sudah sepakat bahwa Plt BPKAD dan Kadis kesehatan harus dijebloskan ke dalam penjara karena sudah menyengsarakan masyarakat di waropen, sistem keuangan di waropen ambruk, pelayanan kesehatan juga hancur, jadi kami tetap lawan dan usut sampai dipidanakan, tapi kalau ada oknum jaksa yang datang baru dikasih mabuk di bar seperti begini,  itu sudah gila namanya, dan tidak berperikemanusiaan, kalian sudah tau masyarakat di waropen lagi hidup susah menderita, kalian para oknum jaksa tambah kasih menderita lagi, ini sudah keterlaluan, saya kira saudara jaksa yang satu inikan yang menangani kasus-kasus korupsi di waropen, kenapa di ajak ke bar lagi,  sudah pasti kami marah, kami berjanji kami akan datang demo dengan masa yang lebih besar, tutup johan.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>