,
SUARAJOURNALIST-KPK.ID |NTT- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Biak- Ketua  Umum Nasional LSM.KAMPAK Papua Dorus Wakum menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI yang mana...
Operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, pada Kamis malam (3/7/2020) turut menangkap ketua DPRD Kutai Timur, Encek U.R Firgasih. Encek...
Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali menunjukkan Tajinya Kali ini KPK berhasil menangkap Bupati Kutai Timur Ismunandar dalam rangkaian...
29 Juli 2020 | Dibaca: 139 Kali
Penuh Ketimpangan, Pengolahan Program Sanimas IsDB Argasunya Di Duga Ada Unsur Korupsi Dan Suap

SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Cirebon- program sanimas IsDB di kel argasunya kec harjamukti cirebon kota yg di laksanakan pada thn 2019 pekerjaanya kini sudah dinyatakan rampung di thn 2020.
Namun, selesainya program tersebut ternyata  muncul cerita kecurangan demi kecurangan satu persatu mulai terkuak dan terbongkar ke bobrokanya ke muka publik.

program sanimas isDB ini diduga bermasalah dalam sistem kepengurusan secara internal antara BKM dan KSM.
menurut narsum yg dapat di percaya ada ketimpangan mengenai pengolahan program sanimas isDB yg berada di kelurahan argasunya, sehingga pada (13/07/2020) tim media turun kelapangan guna memastikan yg menjadi ketimpangan tersebut.

 Ada beberapa titik proyek ipal yg berada di kelurahan argasunya ini namun ada satu titik di blok sumurwuni yg ahir2 ini jadi perbincangan, ahirnya tim media menyambangi lokasi program sanimas isDB yg berada di kel argasunya ini.

menurut beberapa masarakat argasunya ketika di konfirmasi awak media menjelaskan, satu titik sanimas isDB itu anggaranya sebesar empatratus duapuluh lima juta rupiyah,(425000 000)sedangkan ada enam titik proyek ipal di kelurahan argasunya, sehingga Dari enam titik tersebut pemeritnah menggelontorkan anggaran tidak kurang dari (2,5'5m) dua milyar limaratus limapuluh juta rupiah angka yg cukup fantastis.

menurut warga setempat anggaran yg di glontorkan pemerintah buat satu titik sebesar(425.000 000)akan tetapi hasilnya tidak maksimal dengan nilai anggaran terutama ipal yg ada di blok sumurwuni.
Banyak warga sumurwuni yg merasa kecewa dgn proyek sanimas yg di klola ksm sumur wuni tersebut terang salah satu warga sumur wuni,sehingga media ini menyambangi rumah ksm sumur wuni dan minta keterangan dari ksm sumurwuni yg bernama sri terkait pernyataan warga tersebut, namun menurut sri saat di konfirmasi awak media menuturkan justru bangunan yg iya garap dan klolah itu sudah sesuai dgn RAB dan sudah di nyatakan final karna spj juga sudah di kirim ke provinsi ujarnya.

Namun ketika media ini sedang berbicara dengan KSM sumurwuni secara kebetulan datang salah satu anggota BKM yg bernama yani, Sehingga media ini juga minta komfirmasi lbh lanjut tentang isu yg berkembang mengenai mekanisme pelaksanaan proyek sanimas tersebut.

yani mejelaskan kalau memang ada ketimpangan dalam program waktu pelaksanaan proyek sanimas,ini karna ulah toyib ujar yani dan saya merasa kecewa dgn toyib yg saat itu sebagai ketua kordinator BKM tuturnya.
Saya tidak sejalan dgn mekanisme dan kebijakan yg di ambil oleh ketua kordinator BKM, Sehingga saya tidak mau mengikuti langkah2 tersebut ujar yani kepada media.

Menurut yani toyib banyak melakukan hal yg tak patut dilakukan selama menjadi ketua kordinator BKM, toyib menyalahi aturan karna melakukan kebijakan yg tidak semestinya. Toyib mengkordinir seluruh apa yg seharusnya menjadi kewenangan para KSM, menurut yani seharusnya para ksm ini punya hak penuh untuk mengolah anggaran untuk di pergunakan sesuai dgn kebutuhan proyek, BKM hanya berwenang memonitor hasil kinerja para ksm ini ujarnya.

namun tidak seperti itu toyib justru mengambil alih keseluruhan hak dari para KSM, toyib menguasai dan ambil alih seluruh anggaran yg sudah di cairkan pemerintah ke rek para ksm2 tersebut, menurut yani aturanya sudah jelas para ksm inila yg sebenarnya mendapat mandat dari pemerintah untuk melaksanaan program sanimas tersebut bukan toyib ujar yani.

uang yg masuk ke rek para ksm itu seharusnya tetap berada di ksm agar para ksm ini dapat melaksanakan tanggung jawabnya dgn maksimal, ksm punya hak untuk mempergunakan anggaran dgn sebaik2nya buat kepentingan sesuai dgn kebutuhan proyek tersebut, namun apa yg di lakukan oleh toyib ini sama sekali tidak mencerminkan contoh yg baik tutur yani.

toyib slalu mengawal para ksm ambil uang ke bank setelah uang di ambil para ksm toyib meminta uang tersebut dari para ksm,semua keperluan proyek toyib yg belanja para ksm ini hanya taunya ada matrial tanpa mengerti berapa harga2 matrial yg sebenarnya.

Rekening Ksm hanya dijadikan transit setelah anggaran cair uangnya diminta kembali oleh toyib pungkas yani, di hari yg berbeda yani pernah mengungkapkan kekesalan atas perbuatan toyib, yani bercerita kepada salah satu warga argasunya yg pernah dekat dengan toyib, yani menceritakan pada orang ini kalau toyib pernah mendatangi kantor PU yg berada di bima cirebon kota.

disana toyib bertemu dengan pegawai pu yg berinisial W dan D, pada saat itu toyib menyerahkan sejumblah uanng kepada 2 orang ini di kantornya, pada saat penyerahan sejumblah uang itu toyib bersama saya sendiri ujar yani kepada orang ini.
Setelah yani bercerita seperti itu terhadap salah seorang warga argasunya yg tidak mau disebut namanya, suatu hari orang tersebut kembali menceritakan cerita yani ini kepada salah satu media ini, sehingga perlu bagi media ini untuk mencari kebenaran dari rangkaian cerita ini sehingga menjadi jelas dan bukan karangan cerita apalagi rekayasa.

menurut sumber berita saya siap di jadikan saksi untuk membuktikan fakta2 cerita apabila toyib dan yani mengelak nantinya, Karna semua yg di ceritakan sama saya semua itu benar adanya dan saya siap mempertanggung jawabkanya ujarnya.

Karna apa yg di ceritakan yani tempo hari itu memang benar adanya imnuhnya,sebelum yani bercerita tentang ada dugaan penyuapan sama oknum pu toyib sudah bercerita terlebih dulu sama saya.
toyib dan istrinya pernah menceritakan hal yg sama seperti di ceritakan yani kepada sy, kalau dirinya ada yg melaporkan terkait proyek sanimas itu,saya harus menyelesaikan persoalan ini supaya tutup kasus terang toyib kepada saya ujarnya kepada awak media, di hari berikutnya kami berkunjung ke toko matrial milik hj suryadi, kami mendapatkan info dari narasumber bahwa banyak nota kosong ada stempel juga di rumah toyib.

hingga kami mencari keterangan lebih lanjut terkait info nota kosong di rumah toyib tersebut,di duga stempel dan nota kosong di rumah toyib itu adalah milik toko matrial hj suryadi.
kami minta keterangan kepada hj suryadi terkait nota kosong dan syempel yg berada di rumah toyib tersebut, pemilik toko matrial ini mengatakanya Mungkin pernah ke anak atau ke pelayan toko lainya yg jelas bukan sama sy jawab hj suryadi dengan nada polos, toyib hanya blanja matrial di toko sy itu cuma sedikit berkisar rata2 hanya enam puluh juta saja per titik ipal, padahal toko matrial sy yg sudah di tunjuk oleh pihak pu tp yah mungkin toyib cari harga yg lebih murah lgi imbuhnya.

Namun sampe sekarang sy tidak pernah diminta rekapanya dan saya juga tidak pernah menandatangani laporan buat spj, baik sama toyib maupun sama anggota bkm lainya terang hj suryadi kepada awak media,sehingga Media ini mendatangi rumah toyib untuk komfirmasi atas semua  pernyataan dari beberapa narasumber yg sudah kami konfirmasi.

dari mulai keterangan warga soal nota kosong dan stempel matrial juga beberapa hal lainya,dianyatanya info indikasi korupsi dan ada unsur suap didalamnya, namun toyib sendiri susah di temui dan terkesan menghindar dari awak media serta enggan untuk di minta klarifikasi terkait pernyataan dari para narasumber.(A.C/SJ-KPK)
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>