,
Suara Journalist KPK. Jakarta | Dugaan kejahatan lingkungan yang telah dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Suryamas Cipta Perkasa,...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID |NTT- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Surabaya- Dilansir dari Siaran Pers Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi menahan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Biak- Ketua  Umum Nasional LSM.KAMPAK Papua Dorus Wakum menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI yang mana...
18 Juli 2020 | Dibaca: 266 Kali
Tim Inspektorat Periksa Aparat Desa Siku Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa

SUARAJOURNALIST-KPK.ID | MUARA ENIM-Tim inspektorat Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan kembali melakukan penyelidikan terhadap beberapa perangkat Desa Siku, Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim, setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan Mantan Kades dan Ketua BPD periode 2014-2020. terkait adanya dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) 2018-2019. Berdasarkan informasi dari warga, beberapa  ormas dan  ketua  serta Anggota BPD setempat yang mengatakan adanya dugaan KKN dalam Pemerintahan Desa Siku selama periode 2014-2020, contoh SPJ fiktiv (tidak ada bangunan fisiknya), semua perangkat desa Ketua TPK adalah keluarga dekat mantan Kepala Desa Siku Kecamatan Empat Petulai Dangku, bangunan fisik jalan tidak sesuai dengan Raff, ketebalan jalan cor di pinggir 21 cm hingga 31 cm sementara untuk ketebalan jalan cor di tengah  hanya 3 cm hingga 7 cm. Cek bangunan fisik tersebut disaksikan oleh beberapa lapisan masyarakat ormas dan lainnya. Yang lebih menyakitkan terjadi rangkap jabatan di lingkungan perangkat Desa Siku.


Bahkan mantan kepala desa tersebut berani menantang semua masyarakat Desa Siku di muka umum. “Kalian masyarakat siku tidak ada yang sanggup berurusan ke Muara Enim ,” ungkap beberapa warga dan ormas. Tidak sampai disitu saja perangkat Desa Siku yang mayoritas keluarga mantan kades tersebut mengatakan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai usia 60 tahun. Sumantri alias Mantek sekretaris desa (Sekdes) Desa Siku ipar Hanafi mantan kepala desa  ketika dimintai keterangan oleh wartawan media ini mengaku tidak tahu akan ada penyelidikan dari Inspektorat Kabupaten Muara Enim terkait dugaan penyelewengan Dana Desa 2018-2019, karena setahu Mantek alias Sumatri (Sekdes) yang mereka tahu adanya permintaan warga Desa Siku untuk mengganti seluruh perangkat desa yang jumlah tanda tangannya ribuan, namun menurut Sumantri dan perangkat desa lainnya itupun tanda tangan fiktiv. Sabriyansyah,SH pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Siku ketika dimintai keterangan membenarkan adanya peyelidikan dari Tim Inspektorat Muara Enim. Namun dalam hal ini dirinya mengatakan tidak ikut campur dan hanya sebatas mempasilitasi saja,


Saropi Ketua BPD Desa Siku ketika dimintai keterangan mengatakan betul adanya ribuan tandatangan Warga Siku yang menolak jabatan seluruh perangkat Desa Siku yang saat ini masih menjabat, hal tersebut diperkuat oleh keterangan beberapa warga yang mengatakan mereka akan pindah domisili kependudukan apabila perangkat desa masih yang itu-itu saja. Sementara Hanafi mantan Kepala Desa  Siku tidak bisa dihubungi karena tidak berada di tempat. Sementara tim inspektorat yang dipimpin Anita,SH enggan berkomentar dengan alasan masih dalam proses, namun jika prosesnya sudah selesai akan diserahkan ke Bupati Muara Enim, nanti akan ada keputusan tertulis. Sementara di lain tempat seorang tokoh masyarakat inisial S mengatakan ada surat panggilan pemeriksaan dari tim Tipikor Polres Muara Enim kepada Ketua BPD Desa Siku periode sebelumnya dan Ketua BPD Desa Siku yang menjabat saat ini terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) 2018-2029. Ketebalan cor jalan 5 cm, namun ketentuannya 25 cm, jenis material batunya di raff kosong, seharusnya ada, apakah itu batu krokos, aggregat, atau batu split (batu pecah) batu pecahan classer pun ada sizenya (ukuran), contoh 1 x 1,1 x 2, 2 x 3, 3 x 5, atau 5 x 7. Batu kali atau batu gunung beda juga harganya. (Tim Investigasi/SJ-KPK)
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>