,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
01 Maret 2019 | Dibaca: 329 Kali
15 hari Tuntutan Tidak Mencerminkan Rasa Keadilan, Pengadilan Negeri Pati Jatuhkan Vonis 5 Bulan Penjara

Pati, SuaraJournalist-KPK.id |  Pengadilan Negeri Pati , selasa 26 Februari 2019 memvonis bersalah terdakwa Sunarti binti Sabi warga desa margamulyo tayu pati yang telah menabrak seorang hingga meninggal.

Jaksa Penuntut Umum Eko Yulianto, SH menuntut terdakwa Sunarti  bersalah dan dipidana penjara selama 15 hari dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah tetap ditahan. barang bukti agar dikembalikan terdakwa, melanggar  Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
 
Sedangkan Ketua Majelis  Hakim Bertha Arry Wahyuni, SH. MKn dengan anggota : Agung Iriawan, SH., MH, anggota : Dyah Retno Yuliarti, SH, MH, berkeyakinan terdakwa layak mendapat ganjaran karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal, di vonis dengan hukuman 5 bulan dengan denda 1 juta rupiah.
 
Proses persidangan  yang berjalan hingga   8 kali ini,  dalam amar putusan Majelis Hakim menyatakan, terdakwa Sunarti, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana , karena kelalaiannya mengemudikan kendaraan bermotor menyebabkan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan matinya orang lain menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan dan denda sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), dengan ketentuan bahwa apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan dan menetapkan bahwa masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan danmembebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.2.500,- (duaribu limaratus rupiah).
 
Adapun pertimbangan hal-hal yang memberatkan majelis hakim adalah, Terdakwa berbelit-belit di persidangan, Terdakwa menciderai perasaan keluarga korban, dengan selalu menyangkal telah menabrak korban dan mengatakan kecelakaan tersebut adalah tabrak lari.
 
Terdakwa tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) C sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang lain, Terdakwa tidak menggunakan helm, Terdakwa mengendarai kendaraan yang tidak dilengkapi dengan plat nomor/tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), Kendaraan yang dikendarai terdakwa tidak tertib dalam membayar pajak habis tahun 2016, sedangkan hal yang meringankan relatif tidak ditemukan pada diri dan perbuatan terdawka, terkecuali bahwa terdakwa adalah seorang ibu yang memiliki anak masih kecil. (Hartaka)
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>