,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
09 Maret 2020 | Dibaca: 49 Kali
Penjelasan Sinomart KTS Development LTD, Mengenai Investasi Proyek Pembangunan Depo Minyak di Batam

Sinopec adalah salahsatu perusahaan minyak dan petrochemical terbesar didunia yang telah menanamkan investasi dinIndonesia dengan rencana untuk membangun dan mengoperasikan proyek depo minyak di Batam, Kepri dengan total nilai proyek sebesar US 841.000.000 kurang lebih Ro 11 -12 Trilyun ( Proyek ).

Sebagai keseriusan Sinopec untuk berinvestasi di Indonesia, Sinopec telah melaksanakan berbagai macam studi kelayakan dan negosiasi -negosiasi yang mendetil yang didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok Demikian Kata pengacara E.L Sayogo, SH.MCI arb didampingi Pengacara Johnson Panjaitan, SH.

Lebih lanjut E.L Sayogo, SH mengatakan selanjutnya pada bulan oktober 2012 Sinopec melalui anak perusahaannya yaitu Sinomart menanda tangani perjanjian-perjanjian untuk melaksanakan proyek melalui PT.West Point Terminal yang berkedudukan di Batam dengan menanda tangani perjanjian -perjanjian dengan dua perusahaan yang saling terafiliasi yaitu PT.Batam Sentralindo dan PT.Mas Capital Trust .Dimana PT Mas Capita

l Trust adalah pemegang saham minoritas dengan kepemilikan saham sebesar 5 persen di PT West Point Terminal dan sisanya sebesar 95 persen dikuasai Sinomart sebagai pemegang saham mayoritas ujar Johnson Panjaitan, SH.

Menurut Dia Investasi awal yang telah dikucurkan oleh Sinomart melalui PT.West Point Terminal adalah menyewa lahan yang dikuasai oleh PT. Batam Sentralindo dengan nilai sebesar kurang lebuh SGD 100.000.000.

“Atau sekitar oleh sekitar satu trilyun rupiah untuk jangka waktu 50 tahun dan dibayar dimuka,’ ujarnya.

Dengan demikian Sinomart saham mayoritas 95 persen dan sudah membayar uang sewa selama 50 tahun ternyata mendapat berbagai macam halangan untuk berinvestasi dan melalkukan pembangunan proyek di Indonesia.

“Halangan halangan tersebut ironisnya justru dilakukan dan para mitra busnisnya di Indonesia yang sebenarnya sudah menerima pembayaran di muka tersebut,” tegasnya.

Akibatnya sejak awal melakukan investasi PT West Point tidak bisa menjalankan investasinya dengan bebas, bahkan sejak tahun 2015 hinga saat klarafikasi ini disampaikan sinomart dan PT West Point Terminal maupun para pengurus dan pemegang sahamnya.

“Masih harus menghadapi berbagai macam upaya hukum yang bertubi tubi dilancarkan oleh PT Mas Capital Trust dan PT. Batam Sentralindo,” terang Johnson Panjaitan, SH.

Menurutnya pada waktu bersamaan untuk menyempurnakan hambatan terhadap investasi sinomart di Indonesia, PT Batam sentralindo dan PT Mas Capital trust telah mengajukan gugatan arbitrse di International Chamber og comerce ( ICC ) Arbitration di Singapura.

Masing-masing untuk mendapatkan baik untuk mengakhiri perjanjian pemegang saham dengan sinomart dan hak untuk mengakhiri perjanjian sewa menyewa lahan di Batam dengan menolak mengembalikan uang sewa yang telah dibayar da diterima di muka tersebut.

“Pada akhirnya gugatan arbitrase telah diputus oleh majelis arbitrase pada tanggal 4/12/2019 dengan memberikan kemenangan sinomart sebagai investor di Indonesia,” tandas Johnson SH.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>