,
Sungguh tragis Rekayasa Laporan keuangan yang terjadi pada BUMN dan  perusahaan terbuka (Tbk) yang listed dibursa saham seperti pada  PT....
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
23 Agustus 2021 | Dibaca: 112 Kali
PT.Mandiri Kapital Jaya Diduga Lalaikan Hak  Masyarakat



Ketapang SJ.KPK" Tingginya animo masyarakat Dayak Dusun Patimangan DesaTanah Hitam,  Kecamatan Singkup Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Tidak menjadi rahasia umum permasalahan krusial dalam perusaan perkebunan kelapa sawit selalu masyarakat setempat dijadi korban kepentingan perusahaan.

Dalam liputan awak media ini   dipimpin Panglima adat Suku Dayak Ketapang,  Betet. Dalam orasinya didepan masyarakat dan aparat baik itu kepolisian dan TNI panglima Anseng selaku panglima batu dari Pak bulu bahwa dirinya menyesalkan pihak perusahaan tidak memperhatikan hak-haknya masyarakat. Dengan tegas  disampaikannya kami masyarakat dayak tidak terima dan menuntut haknya masyarakat. 

Kekecewaan kedatangan kami tidak dihargai oleh pihak perusahaan.  Kami selaku para panglima pemanganku suku dayak, saya tegaskan  pada pimpinan perusahaan dalam tempo waktu 3 hari pihak perusahaan tidak memberikan keputusan tuntutan masyarakat kantor ini kami cegel
penyelesaian jangan salahkan kami kalau tindakkan kami lakukan. Panglima Anseng Juga menyesalkan tandakkan aparat yang mengancam dengan senjata laras panjang ditempelkan pada masyarakat ini sudah tidak benar berarti kita ini belum merdeka bendingan diganti saja bendera merah hitam biar jelas. Geram Panglima Anseng dibenarkan oleh masyarakat Dayak lainnya.

Dihadirkannya para panglima masyarakat Dayak yang lebih mengeutamakan adat didasari Pada jumat 6 Agustus 2017,  penyampaikan pernyataan sikap masyarakat Adat Dayak pihak aparat melakukanan penangkapan kendaraan roda dua dan roda empat dengan delik ancaman ditangkap orang atau barang. Adapun pemlik kendaran yang di tangkap itu
mobil miliknya Matius. 

Isi dari pernyataan sikap Kami masyarakat Dayak Tanah Hitam telah melakukan ritual adat dayak telah memortal jalan akses perusahaan PT MKJ dan PT.SNJE, " Menuntut SHK yang belum disalurkan pada masyarakat sebesar Rp. 5,7 Milyar, menuntut hak masyarakat atas pola 20% yang telah dijanjikan oleh perusahaan, menuntut tanah wilayah adat dayak yang telah dirusak; salah satunya kuburan, inklab masyarakat, tata ruang pemukiman/kampung air sungai dipindahkan menjadi parit, menuntut luasan lahan masyarakat yang dikurang/ dihilangkan, menuntut yang tidak mematuhi keputusan adat istiadat masyarakat dayak.

Disisi lain  Yaman menceritakan masalahnya pada awak media ini dikediamannya Rabu 11/8 atas penangkapan mobil stradanya terjadi pada selasa  tanggal 22/5-2021 sampai sekarang sudah 81 hari dijadikan barang bukti.

Alasan penangkapan mobil saya pada saat itu pemanenan TBS yang dilakukan masyarakat dari kelompok lain saya kenal Kebetullan lewat jalan akses kebun pada waktu itu berhenti tidak disangka ada anggota brimob lansung menangkap dan membawa mobil saya untuk dijadikan barang bukti.
Kelompok yang memanen TBS masyarakat plasma juga. kenapa barang saya dijadikan alat bukti mereka yang tadak kaitan sama sekali. Mengakhiri keterangannya.

Menurut keterangan kepala Dusun Pertimangan pada awak media SJ.KPK Gajik Soyandi menjelaskan saya heran ada apa ini pihak penegak hukum bukan sebagai penengah justru sebaliknya kami sebagai pemilik lahan yang menuntut dijadikan mereka target tindak pidana ini tidak sepantasnya dilakukan, dan ini sangat disesalkan pungkasnya Gajik menambahkan walaupun bagai mana kami sebagai masyarakat yang merasa dirugikan akan terus berjuang dengan cara apapun serta kami akan lebih mengedepankan adat terlebih dahulu.

Apa yang disampaikan Kadus Patimangan Gajik Soyandi dipenarkan panglima adat Dayak ketua umum komonitas Kamang  Provinsi Kalimantan Barat Hendri Puang menurut penjelasannya mengatakan bahwa dari pandangannya ada hal yang ganjil selaku aparat brimob seharusnya tidak berpihak pada siapupun, begitu jaga saya melihat disitu ada pos brimob inilah yang belum saya ketahui, dan ini dipertanyakan petugas-petugas tersebut apakan mereka ngepam atau hanya diminta untuk menjaga keamanan.

Mengakhiri pandangannya menambahkan saya selaku panglima yang dipercaya dalam masalah ini tetap mengedepankan sisi adat, dan dari sisi ada tahap-tahapannya dan masih tahapan tersebut kami perjuangkan jikapun ada hal permasalah yang terjadi tidak di-inginkan secara pribadi saya tetap bertanggung jawab.

Pada pertemuan yang digelar diruang perusahaan PT.Mandir Kapital Jaya pada hari selasa 10/8-21 pihak perusahaan diwakili Prapto didepan Kapolsek Marau Inspektur Polisi Angga, menjelaskan sebagai mana awalnya masuknya perusahaan ini kita sudah lakukan kesepakatan. Maka dalam permasalahan ini saya berharap untuk bersabar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pintanya. Mendengar apa yang disampaikan perwakillan dari pihak perusahaan  ditolak mentah mentah oleh masyarakat mengatakan kami sudah tidak mau bersabar sudah cukup lama kami bersabar buktinya samapai saat ini  kami dirugikan makanya kami datang kesini menuntut haknya kami. Hingga berita ini diturunkan (Yanan SJ.KPK.)
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>