,
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
BALI - Seorang warga (39) yang juga kelahiran Jakarta ini, kebingungan hingga pusing tujuh keliling lantaran akses jalan menuju rumahnya ditutup oleh...
Jakarta- Notaris Ngadino memutuskan akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang sebagai bakal calon Walikota periode...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
Jakarta, Suara Journalist KPK Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Tak tanggung-tanggung,...
02 April 2018 | Dibaca: 1780 Kali
APIKI : Ikan Sarden Kalengan Aman Untuk di Konsumsi

Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) menjamin cacing yang ditemukan dalam produk-produk ikan kalengan yang tersebar di Indonesia telah mati.

Ketua APIKI Ady Surya menyatakan, perusahaan pengalengan ikan yang tergabung dalam APIKI menerapkan standar yang tinggi dalam melalukan proses produksi."Kami tegaskan bahwa pengalengan ini satu-satunya industri makanan siap saji yang memiliki standar-standar tinggi dan persyaratan mutu yang sangat ketat," kata Ady di Apartemen Mitra Bahari Pakin, Jakarta Utara (31/3/2018).

Ady juga memastikan bahwa produk ikan kalengan tidak mengandung cacing yang masih hidup. Menurutnya, cacing-cacing yang hidup dalam tubuh ikan telah dimatikan sebanyak dua kali dalam proses produksi.Ady menuturkan, setiap ikan yang diperoleh dari laut langsung dibekukan dengan cara dimasukkan ke dalam cold storage yang terdapat di tiap kapal.

"Ketika sudah beku disimpan di cold storage, dalam kondisi ini parasit anisakis sudah mati karena cacing sudah mati pada suhu minus 20 derajat celcius. Dalam proses ini, cacing mengalami mati pertama," katanya.Selanjutnya, cacing-cacing tersebur juga dimatikan ketika proses produksi telah memasuki fase pengalengan. "Apapun yang ada dalam kaleng itu mati, cacing itu mengalami mati kedua," kata Ady.

Ia pun memastikan bila ikan kalengan yang diterima masyarakat telah diuji kesehatan dan kualitasnya. Apabila ditemukan cacing pun, ia menyatakan bahwa cacing itu telah mati dan aman dikonsumsi."Dari awal sampai akhir kita mengikuti mutu yang berstandar dunia. Kami memilki standar halalan thoyibban, halal dan baik, baik karena prosesnya itu tadi," kata Ady.

 

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>