,
Sungguh tragis Rekayasa Laporan keuangan yang terjadi pada BUMN dan  perusahaan terbuka (Tbk) yang listed dibursa saham seperti pada  PT....
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
03 Juli 2020 | Dibaca: 1211 Kali
Profil Ketua DPRD Kutai Timur yang Ikut Ditangkap dalam OTT KPK

Operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, pada Kamis malam (3/7/2020) turut menangkap ketua DPRD Kutai Timur, Encek U.R Firgasih.

Encek Firgasih ditangkap bersama Bupati Kutai Timur Ismunandar yang tak lain merupakan suaminya di sebuah hotel di Jakarta.

Encek diduga terlibat suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Encek Firgasih berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada periode 2014-2019 Encek dipercaya sebagai wakil ketua DPRD. Periode 2019-2024 jabatannya naik menjadi ketua DPRD.

Ketua DPC PPP Kabupaten Kutai Timur ini lahir di Samarinda, 24 Juni 1963 dengan nama lengkap Encek Unguria Riarinda Firgasih. 

Dalam pernikahnnya dengan Ismunandar Encek dikaruni dua putri yakni, Siti Rizky Amalia dan Siti Rizka Nuraisya.

Selain Ismunandar dan Encek Firgasih, Satgas KPK juga menangkap 13 orang dalam kasus yang sama. Para pihak yang diamankan di tiga tempat berbeda, yakni Jakarta, Samarinda dan daerah lain di Kalimantan Timur.

Saat ini Encek Firgasih beserta sang suami, Ismunandar dan lima orang lainnya sudah berada di gedung Merah Putih KPK Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara delapan orang lainnya yang diamanakan di wilayah Kalimantan Timur sudah diterbangkan ke Jakarta untuk dibawa ke gedung KPK.

" Kedelapan tersangka lainnya setelah dilakukan pemeriksaan di Polresta Samarinda akan segera dibawa ke Jakarta dan perkiraan tiba di Jakarta pada siang ini," ujar juru bicara KPK.

Dalam OTT ini KPK berhasil mengamankan sejumlah uang dan beberapa  buku rekening bank. Ali Fikri menjelaskan saat ini penyidik sedang menghitung jumlah uang yang diduga hasil transaksi suap.

Kini KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap dalam OTT di Jakarta dan Kalimantan Timur.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>