,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
20 Februari 2020 | Dibaca: 21 Kali
Aksi 212 “Dukung Penegak Hukum Berantas Mega Korupsi”

Jakarta. Ummat lintas agama dan para korban asuransi Jiwasraya, Asabri dan Iainnya diimbau terlibat dan ikut aksi Berantas  Mega Korupsi PSI Selamatkan NKRI yang akan digelar Jumat, 21 Februari 2020.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ust. Yusuf Muhammad Martak mengatakan, keikutsertaan para nasabah dan korban mega korupsi tersebut akan memberi energi tambahan pada aksi.

“Kami benar-benar berharap saudara-saudara kami yang menjadi korban mega korupsi bisa ikut turun pada aksi Jumat, 21 Februari 2020. Dengan keterlibatan para korban dalam aksi, sekaligus menjadi tekanan bagi penguasa untuk menuntaskan kasus -kasus mega korupsi ,” ujar Ust. Yusuf kepada awak media di Jakarta. Rabu (19/20 ).

Dia menambahkan, aksi FPI, GNPF~Ulama, PA 212 dan ormas-ormas Islam serta elemen ummat Islam kali ini menunjukkan bahwa para tokoh ummat Islam menaruh perhatian serius pada isu-isu yang langsung menyangkut kehidupan rakyat.

“Pada skandal Mega Korupsi PT Asabri, misalnya, korbannya adalah anggota Polri/TNI baik yang masih aktif maupun sudah pumawirawan. Sebagian besar adalah rakyat kecil. Korupsi menjadi kejahatan luar biasa yang harus kita tumpas dengan upaya yang juga luar biasa,” papar Ust. Yusuf Muhammad Martak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FPI Ust. Ahmad Sobri Lubis berharap aksi Jumat nanti juga dihadiri massa dari. Lintas agama. Pasalnya, korban mega korupsi bukan hanya ummat Islam, tapi juga ummat beragama lainnya.

“Tema yang kami usung dalam aksi nanti adalah masalah yang kita alami bersama, yaim Bcrantas Mega Korupsi . Ini menunjukkan ada yang tidak bares dalam pengelolaan ekonomi dan benegara. Korban mega korupsi adalah rakyat Indonesia dengan berbagai agama,” kata Ust. Sobri Lubis.

dan PA 2l2 bcrsama ormas – ormas Islam lain akan menggelar aksi besar -besaran terkait mega korupsi yang belakangan satu persatu mulai terkuak.

‘Lokasi aksi akan di adakan di depan Istana Negara dengan titik kumpul di Patung kuda. Para peserta aksi diimbau melaksanakan sholat Jumat disekitar patung kuda”, ujar ketua PA 212, Ust. Slamet Ma’arif.

Ust. Slamet menjelaskan, panitia sudah memenuhi perlengkapan administrasi terkait rencana aksi . Antara lain, surat pemberitahuan ke polisi. Koordinasi dengan pihak keamanan juga. terus dilakukan agar aksi bisa berlangsung dengan lancar dan tertib.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>