,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN LP3 NKRI)...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
               Sebagaimana diketahui kasus korupsi di Biak dan Supiori, yang masih menjadi momok...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
14 Maret 2019 | Dibaca: 60 Kali
Anggota Takmir Masjid Se-DKI Jakarta Deklarasi Tolak Politisasi Masjid

Suarajournalist-kpk.id-Jakarta Pemilihan umum atau Pemilu akan di gelar di negara kesatuan republik Indonesia. Ajang pesta demokrasi ini juga berbarengan dengan pemilihan presiden republik Indonesia. Setelah masa kampanye dimulai banyak organisasi atau relawan kedua pasangan calon presiden yang gencar melakukan kampanye. Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam yang pada dasarnya tidak boleh digunakan sebagai tempat kampanye. Atas dasar tersebut

Para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta mendeklarasikan penolakan terhadap politisasi masjid, Kamis 14 Maret 2019.

Deklarasi yang dikemas dalam acara Halaqah Kemasjidan bertema “Pengarusutamaan Masjid sebagai Sarana Menyebar Kesejukan, Perdamaian, dan Islam Rahmatan lil ‘Alamin” ini juga dihadiri KH. Masdar Farid Mas’udi selaku Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Selain itu, juga dihadiri KH. Masduki Baidlawi selaku Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI, M. Najih Arromadloni selaku akademisi UIN Jakarta, dan Dr. Khairul Huda sekretaris mewakili Menteri Agama.

Ketua Panitia, Ahmad Faizi, menjelaskan, bahwa acara ini diinisiasi untuk merespon keresahan masyarakat, karena sebagian masjid di DKI, mengalami dwifungsi. Masjid yang semestinya menjadi pusat ketakwaan, akhir-akhir ini mimbarnya disalahgunakan sebagai panggung kampanye.

 

Masjid yang suci dan seharusnya mempunyai peran pemersatu pun terkotori oleh caci maki, fitnah, sesat-menyesatkan, dan saling menjatuhkan. Polarisasi dan perpecahan menjadi tak terelakkan”, tegasnya.

Selain menolak politisasi masjid, dalam deklarasi tersebut, ratusan pengurus DKM yang hadir juga menyatakan bahwa mereka berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman, sebagai bentuk pemakmuran masjid dan pemberdayaan umat.

Adapun isi dari Deklarasi tersebut adalahForum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta

Bismillah ar-ahman ar-rahim, dengan mengharap ridho Allah SWT, pada hari ini, Kamis 14 Maret 2019, kami para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta, dengan ini menyatakan:

1. Kami berkeyakinan bahwa masjid didirikan adalah atas dasar dan asas ketakwaan.

2. Kami berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, dakwah dan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman;

3. Menguatkan koordinasi dan kerjasama antar pengurus masjid dalam memakmurkan masjid dan memberdayakan umat;

4. Menjadikan masjid sebagai pelopor moderasi Islam dalam menangkal paham radikalisme, terorisme, intoleransi dan ujaran kebencian; dan

5. Melarang penyebaran fitnah, hoax, SARA, dan sesat-menyesatkan dari mimbar-mimbar masjid.

Demikian sikap para aktivis masjid dalam menyikapi persoalan di masyarakat saat ini.

 

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>