,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
Sumenep, Suara Jurnalis KPK - KPK melakukan pengecekan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 37 pejabat di Provinsi Jawa Timur. Para...
Membuanan di dunia aktifis, Johan rumkorem meminta masyarakat ikut berperan penting untuk megawal Pemerintah daerah dan DPRP serta DPRD di...
19 Desember 2018 | Dibaca: 452 Kali
Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Catatan Sipil Dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Gelar Acara Kongkow Smart Citizen "Esensi Dan Urgensi Data Diri di Era Digital

Saat ini di dunia industri  sudah memasuki zaman revolusi industri 4.0. zaman ini dapat dikatakan zaman digital, maka diperlukan sosialisasi agar kita sebagai masyarakat awam dapat mengetahui apa saja serba-serbi dunia digital.

Dunia digitalisasi yang sudah ada di genggaman tangan kita mengharuskan kita untuk mengubah tata kelola. Dunia yang berkembang makin cepat, jika masih menggunakan pola lama makan akan susah maju. Hal tersebut disampaikan Dirjen Dukcapil, Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, SH, MH usai membuka acara Kongkow Smart Citizen, Rabu (19/12/2018) di gedung pertemuan Kemendagri, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

 

“Semakin maju peradaban, maka data pribadi juga semakin penting sehingga setiap subjek hukum harus mampu menggambarkan data pribadinya secara benar. Ke depan data pribadi tidak boleh disebarluaskan secara sembarangan. Kalaupun diberikan kepada lembaga, kantor, kampus, sekolah atau lainnya maka harus disertai dengan klausul dan hanya boleh digunakan sesuai dengan peruntukannya,” ujar Zudan Arif.

Zudan menambahkan, oleh karena ke depan setiap subjek hukum harus menggambarkan identitas dirinya, maka Dukcapil sedang mencari format identitas diri ke depan untuk digunakan secara tepat dan bisa dijaga kerahasiaannya. Ia berharap, format yang dihasilkan, keamanan dan keberlanjutannya bisa terjamin sehingga pelayanan publik bisa bertambah cepat dengan akurasi data yang lebih tinggi.

“Ke depan, kita akan membangun data perseorangan yang akurat dan menjadi basis mengidentifikasi singel identity number (NIK). NIK ini akan menjadi pintu koneksi semua urusan yang pemanfaatannya harus aman, smart dan menghasilkan output yang cepat (Secure, Smart, Speed),” imbuhnya.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>