,
Suara Journalist KPK. Jakarta | Dugaan kejahatan lingkungan yang telah dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Suryamas Cipta Perkasa,...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID |NTT- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Surabaya- Dilansir dari Siaran Pers Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi menahan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Biak- Ketua  Umum Nasional LSM.KAMPAK Papua Dorus Wakum menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI yang mana...
24 Juli 2020 | Dibaca: 245 Kali
Eksistensi PT PBSA Di Tengah Pandemi Covid-19

Suarajournalist-kpk-id-Jakarta- PT Paramitha Bangun Sarana Tbk (‘PBS‘ atau ’Perseroan’ kode saham: PBSA) di tahun 2019, kembali mengembangkan sayap usahanya dengan membentuk dua anak perusahaan baru. Pada bulan Mei 2019 Perseroan membentuk anak usaha yang berkecimpung di bidang fabrikasi baja dengan nama PT Paramita Andalan Struktur (“PAS”).

PAS yang saat ini berdomisili di Bekasi, Jawa Barat diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar dalam negeri, seiring dengan peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Selain itu Perseroan pada bulan Agustus 2019 juga telah membentuk anak usaha yang bernama PT Paramita Multi Sarana (“PMS”). PMS saat ini bergerak di bidang perdagangan baik ekspor maupun impor. Dengan adanya tambahan dua anak usaha tersebut. maka akan mendapatkan diversifikasi pendapatan yang lebih beragam bagi Perseroan. 

Dengan demikian saat ini PBS telah memiliki tiga anak usaha dan satu penyertaan saham Anak usaha yaim Paramita Bangun Sarana SDN. BHD. (berdomisili di Malaysia), PAS. dan PMS, serta penyertaan saham pada PT EcoOils Iaya Indonesia.

Kinerja keuangan PBS pada lahun 2019 mecatatkan nilai yang positif dengan membukukan pendapatan sebesar Rp.607.7 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 69.4% dibanding pendapatan tahun 2018. Pendapatan di 2019 ini juga telah melampaui target yang telah dltetapkan pada tahun 2018, yaitu sebesar Rp525 miliar. 

Meskipun mengalami kenaikan pada pendapatan, Iaba bersih PBS mengalami pertumbuhan sebesar 68.5% dan tahun sebelumnya. yaitu menjadi Rp.13,3 miliar. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh meningkatnya beban pokok pendapatan sebesar 45,4% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp522,9 miliar. 

Atas hasil kinerja tersebut, para Pemegang Saham PBS dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ('RUPST') PBS yang dilaksanakan hari ini telah menyetujui penggunaan Saldo Laba (Retained Earnings) untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp.49,S miliar kepada Pemegang Saham atau Rp33 per Iembar saham. Langkah ini diambil PBS sebagai penghargaan atas kepercayaan yang diberikan dan seluruh pemegang saham terhadap prospek masa depan PBS.

Di tahun 2020, mempertimbangkan kondisi global yang saat ini terserang pandemi COVID-19, PBS tetap optimis menargetkan pendapatan sebesar Rp. 500 miliar. Pada saat pandemi ini PBS tetap menjalankan sekitar 80% proyek dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran panerintah.

Atas konsistensi pengerjaan proyek ini, client PBS tetap mempercayakan pengerjaan proyeknya kepada PBS. Sampai dengan akhir Mei 2020 PBS telah mentatat pendapatan sebesar Rp.234.73 miiiar atau 46,95% dari target tahun 2020. Atas pencapaian tersebut ditambah dengan akan masuknya proyek baru yang strategis, PBS optimis dapat meraih target yang telah ditetapkan.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>