,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Membuanan di dunia aktifis, Johan rumkorem meminta masyarakat ikut berperan penting untuk megawal Pemerintah daerah dan DPRP serta DPRD di...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
26 September 2018 | Dibaca: 334 Kali
"Ibu Bangsa" Kembali DIgaungkan Kowani

Jakarta - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada Rabu, 26 September 2018, mendeklarasikan kembali konsep "Ibu Bangsa" yang pernah dideklarasikan sebelumnya untuk mempertegas peranan Kowani dalam ikut memajukan kehidupan bangsa khususnya para perempuan. Acara ini dilaksanakan di Kantor Kowani, Jalan Imam Bonjol No 58, Jakarta Pusat.

Konsep Ibu Bangsa sebenarnya telah lahir semenjak tahun 1935. Ibu Bangsa adalah peran yang luhur, sekaligus kehormatan, karena ia memiliki tugas mempersiapkan generasi unggul. Generasi unggul yang dimaksudkan adalah generasi yang berdaya saing, inovatif, kreatif, dan memiliki wawasan kebhinnekaan yang kuat. Oleh karena itu, posisi dan peran Ibu-ibu tidak boleh dianggap remeh.

Sebelumnya, pada 13-19 September 2018 di Yogyakarta, International Council of Women (ICW), sebuah badan yang berada langsung dalama naungan PBB, menyelenggarakan Sidang Umum ke-35. Sidang tersebut memutuskan tujuh resolusi baru bagi ICW. Resolusi tersebut diantaranya adalah penguatan regulasi dan kerjasama internasional terkait perlindungan perempuan dalam menggunakan internet juga menjadi point dalam resolusi tersebut, dan Pemerintah juga diminta menyediakan dana untuk program pencegahan untuk menciptakan kesadaran dan upaya efektif dengan mengidentifikasi dan membantu korban melalui media, sekolah dan seminar–seminar.

Demi mendukung resolusi baru tersebut, Kowani menggalakan kembali program "Ibu Bangsa" untuk membuat peran perempuan semakin sukses di sejumlah bidang, seperti politik, ekonomi dan kesra. Kowani juga secara tegas menolak sebutan "Emak-Emak" karena sebutan "Ibu Bangsa" jauh lebih tepat dilekatkan pada image perempuan Indonesia.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M. Pd., Ketua Umum Kowani, mengatakan bahwa Kowani ingin menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaannya. "Kami ingin menunjukkan bagaimana perempuan telah banyak mengorbankan dirinya bagi bangsa Indonesia. Ibu Bangsa kami hadirkan lagi agar kembali diingat oleh masyarakat, terutama kalangan remaja. Dengan hadirnya "Ibu Bangsa", kami harap dapat melaksanakan rujukan kami, Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5," ungkap Giwo.

"Untuk merealisasikan program tersebut, Kowani selalu mengadakan sosialisasi kepada organisasi yang kita naungi dan juga mengadakan pelatihan untuk kepentingan kemajuan perempuan itu sendiri. Kita sudah banyak melakukan kerjasama, diantaranya dengan Kemekominfo, Kemndikbud, Blibli.com, dan lain lain. Kowani juga selalu hadir untuk melakukan pendampingan bagi perempuan, seperti mendampingi penyelesaian Undang-Undang yang berhubungan dengan Ibu dan anak," tambah Giwo.

 

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>