,
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Jakarta, SuaraJournalist KPK | Visi, Misi, Program Nawacita Presiden  Joko Widodo dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
26 Oktober 2018 | Dibaca: 28 Kali
Kementerian Pertanian Selengarakan Seminar Terkait Varietas Bibit Unggul




Jakarta - Varietas lokal memegang peranan penting dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia terlebih jika dapat dilestarikan dan dimanfaatkan dengan benar. Untuk itu, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian menggelar Seminar Pengembangan dan Pemanfaatan Varietas Lokal Indonesia.

Seminar bertema "Selamatkan Varietas Lokal, Selamatkan Indonesia" ini digelar di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Dalam seminar ini, Pakar Lingkungan Hidup, Prof. DR. Emil Salim hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki varietas lokal atau plasma nutfah yang begitu beragam.

"Kebinekaan plasma nutfah itu kunci Indonesia. Tidak ada negara lain dengan keanekaragaman seluas, sedalam, sebanyak Indonesia," ujar Emil, Rabu (24/10/2018)
Ia menuturkan keberagaman varietas di Tanah Air dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pengaruh tanah, letak geografis, dan sinar matahari yang terus bersinar di khatulistiwa.

Menurutnya, varietas lokal dapat dilestarikan dan dimanfaatkan jika mengetahui beragam varietas yang ada di Indonesia. Untuk itu, perlu upaya yang maksimal dalam pendataan jenis varietas lokal agar potensi seluruh varietas dapat dikembangkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Jadi varietas lokal itu masing-masing provinsi, kabupaten, perlu sekarang merekap apa yang ada. Indonesia itu bhineka, keanekaragaman hayati itu bisa direkap supaya kekhasan dari masing-masing daerah itu bisa ditemukan, bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat dan daya tarik bagi wisata," tegasnya.

"Jadi, kantor ini (Kementerian Pertanian) adalah benteng dari keanekaragaman hayati dan untuk itu kembangkan keanekaragaman itu dari Sabang sampai Merauke. Ada apa keanekaragaman hayati yang ada di Papua, di Maluku, Sulawesi? Bisa kita manfaatkan, kembangkan, untuk kemaslahatan, kesejahteraan masyarakat kita," jelas Emil.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Kerjasama Internasional, Dr. Ir. Mat Syukur, MS, menyampaikan hingga saat ini berbagai upaya telah dilakukan dalam percepatan pendataan dan pendaftaran varietas lokal. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan Dinas Pertanian dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian se-Indonesia.

"Kami berharap adanya kesepakatan bersama untuk memudahkan pemahaman para pihak tentang sumber daya hayati atau sumber daya genetik dengan pendaftaran varietas lokal atau sejenisnya yang mencerminkan kekayaan sumber daya hayati yang kita miliki," jelas Mat.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>