,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN LP3 NKRI)...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
04 Maret 2019 | Dibaca: 110 Kali
KKP Fokus Tingkatkan Pengembangan Usaha Garam Rakyat

Koran suarajournalis-kpk.id-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mengembangkan usaha garam rakyat. Salah satu langkahnya ialah mencanangkan program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat atau Pugar.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan Pugar sudah berjalan sejak 2011. Tujuannya, agar petambak garam menjadi lebih sejahtera dan penghasilannya meningkat.

"Salah satu program Pugar ini adalah membangun Gudang Garam Nasional (GGN). Implementasinya hingga tahun 2018 ini, KKP telah membangun GGN sejumlah 18 unit," kata Brahmantya di Kantor Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.

Gudang itu nantinya akan digunakan sebagai tempat penyimpanan garam dari hasil produksi petambak garam. Kapasitas tiap gudang mencapai dua ribu ton dan dikelola oleh koperasi garam di masing-masing sentra garam rakyat.

Program Pugar, terang dia, juga ke depannya akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Garam (KE-Garam). Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas garam dan melakukan penetrasi pasar.

Pihaknya juga akan melakukan integrasi sistem stok berbasis pasar dan keunggulan wilayah. Dengan begitu, industri garam rakyat dari hulu sampai hilir akan terintegrasi.

“Garam ini merupakan komoditas strategis yang diperlukan untuk berbagai hal, baik yang digunakan untuk produksi pangan maupun produksi industri non-pangan. Oleh karenanya, penerapan manajemen stok melalui gudang penyimpanan yang besar dan berskala nasional semacam ini tentunya sangat dibutuhkan guna menjamin stok nasional," jelas dia.

Hingga 2018, KKP telah membangun Gudang Garam Nasional sebanyak 18 unit. Gudang itu tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, Kabulaten Demak, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang.

Kemudian, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupatem Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Kupang, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Pangkep.

Sementara itu, Gudang Garam Nasional yang sudah menerbitkan Resi Gudang (SRG) dengan total nilai Rp782 juta ialah Koperasi Garam Ronggolawe Makmur di Kabupaten Tuban) senilai Rp120 juta, Koperasi Produsen Garam Rejeki Agung di Kabupaten Indramayu senilai Rp90 juta,
Koperasi Produsen Mutiara Laut Mandiri di Kabulaten Pati senilai Rp456 juta, dan Koperasi Mappatuwo di Kabupaten Pangkep senilai Rp16 juta.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>