,
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Suarajournalist-kpk.id-Kubu Raya- Penyelenggara proyek jasa milik pemerintah perlu transparan di samping kualitas dan mutu di pertanyakan hasil...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
14 Oktober 2020 | Dibaca: 748 Kali
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PMO Kartu Prakerja – Dana, Wujudkan Sinergi dalam Program Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan


Jakarta-Kemitraan antara pemerintah dan perusahaan berbasis teknologi sangat penting untuk memastikan setiap proses layanan Kartu Prakerja -dari pembelian pelatihan hingga penyaluran insentif- dapat terselenggara dengan mudah, cepat, aman, efisien, tepat sasaran dan tepat jumlah pada skala yang besar.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara PMO Kartu Prakerja dan DANA di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

“Transformasi digital dibutuhkan bagi Indonesia sebagai negara yang besar dan berbentuk kepulauan. Selain itu, transformasi digital juga sangat diperlukan bagi negara kita untuk tumbuh di masa pandemi,” kata Denni.

Denni menekankan, kelebihan Kartu Prakerja karena program ini diterapkan 100 persen digital. Dana Rp 3.550.000 yang diberikan kepada penerima Kartu Prakerja langsung dikirimkan secara virtual kepada akun masing-masing. 

“Salah satu bukti keberhasilan transformasi digital di program ini karena sebelumnya 13 persen penerima Kartu Prakerja tidak mempunya rekening, baik di bank maupun e-wallet,” jelasnya.

Ia menambahkan, 13 persen dari 5,6 juta penerima Kartu Prakerja setara dengan 728 ribu orang yang sekarang memiliki rekening primer berkat keikutsertaannya dalam Program Kartu Prakerja. 

Dari 5,6 juta penerima Kartu Prakerja, 76 persen dari mereka memilih e-wallet sebagai sarana penyaluran insentif. 
“Karena itu, dukungan perusahaan penyedia jasa pembayaran seperti DANA diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada penerima Kartu Prakerja dan mengakselerasi pencapaian target inklusi keuangan walaupun di masa pandemi,” kata Denni.

Pada kesempatan yang sama, Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan faktor kunci pertumbuhan ekonomi.

“Dengan pemberian insentif yang dicairkan tidak secara tunai, Kartu Prakerja memberi pilihan apakah bantuan akan dikirimkan ke rekening bank atau e-wallet penerima. Di sinilah wujud literasi dan inklusi keuangan melalui program Kartu Prakerja,” terangnya.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder DANA, Vincent Iswara menyatakan, kerja sama ini merupakan sebuah penghargaan sekaligus bentuk kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap reliabilitas dan kapabilitas teknologi yang dikembangkan pihak DANA.

“Lebih dari itu, keterlibatan DANA dalam program Kartu Prakerja merupakan wujud tanggung jawab sosial kami sebagai perusahaan rintisan asli Indonesia yang berbasis teknologi finansial,” kata Vincent.

Vincent menegaskan bahwa jaminan keamanan bertransaksi nontunai digital dengan DANA, termasuk keamanan data pelanggan dan keamanan penyaluran dana insentif Kartu Prakerja, selalu menjadi prioritas utama. DANA memiliki fitur-fitur yang diperkuat dengan sistem keamanan yang solid. DANA juga memiliki Data Center dan Data Recovery Center (DRC) yang dibangun di Indonesia. 

Selain penandatanganan kerja sama, pada event ini juga berlangsung talk show bertema ‘Sinergi dalam Program Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan’. Dipandu oleh Andini Effendi, dialog ini menghadirkan Direktur Operasi Kartu Prakerja Hengki Sihombing, CEO DANA Vincent Iswara, Kepala PMO Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus, Ketua Asosiasi Ecommerce Indonesia ( idEA) Bima Laga, dan Managing Director Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) Mercy Simorangkir.

“Peningkatan pandemi meningkatkan adopsi layanan digital di masyarakat. Riksikonya adalah masalah keamanan cyber dan fraud. Untuk itu, kebutuhan akan keuangan digital harus diimbangi dengan literasi keuangan digital di masyarakat,” kata Mercy Simorangkir.

Dalam hal ini, AFTECH merekomendasikan agar terjadi kolaborasi yang lebih gencar antara pemerintah dan pelaku digital.

Adapun Djauhari Sitorus menggarisbawahi, Dewan Keuangan Nasional Inklusif menargetkan, 90 persen orang dewasa di Indonesia memiliki akses keuangan. 

“Inklusi keuangan adalah akses terhadap pelayanan dan produk berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan. Pada poin kesejahteraaan inilah sangat relevan dengan program Kartu Prakerja, karena insentif yang diberikan terkait erat dengan kesejahteraan,” tegasnya.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>