,
Sungguh tragis Rekayasa Laporan keuangan yang terjadi pada BUMN dan  perusahaan terbuka (Tbk) yang listed dibursa saham seperti pada  PT....
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
18 Mei 2021 | Dibaca: 575 Kali
Publik Ekspose PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk

PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk ("GHON" atau "Perseroan") sepanjang tahun 2020 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp143,06 miliar atau naik dibandingkan dengan pendapatan Rp115,94 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Disisi lain, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp113,48 miliar atau naik dibandingkan dengan laba kotor Rp93,38 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya," kata Direktur Utama GHON, Rudolf Nainggolan di Jakarta. Selasa (18/05)

Sementara itu, kata Rudolf, laba dari operasional tercatat Rp101,98 miliar atau naik dibandingkan dengan laba Rp81,68 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan, lanjut Rudolf, Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp85,18 miliar atau naik dibandingkan dengan laba sebelum pajak Rp73,18 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sedangkan, Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp77,75 miliar atau naik dibandingkan dengan laba Rp63,51 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.

Bukan hanya itu, Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 sebesar Rp827,63 miliar atau naik dibandingkan dengan total aset Rp740,43 miliar tahun 2019. 

Pada tahun 2021, kata Rudolf, Perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp200 miliar, capex tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan tower dan colocation, melakukan akuisisi dengan nilai investasi sebesar Rp 50 miliar, dan mempersiapkan investasi untuk pengembangan dan penambahan menara yang dapat menunjang kebutuhan 5G di Indonesia sebesar Rp 50 miliar. 

"Asal tahu saja, Guna meningkatkan kinerja perseroan di tahun ini, Perseroan menerapkan beberapa strategi seperti mengelola yang lebih cepat dan gesit, serta menjalin hubungan baik dengan customer," pungkasnya
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>