,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
04 Februari 2020 | Dibaca: 576 Kali
Saldo Rekening Hilang di BRI, Pegawai Alfamidi ini Kesal Karena Sudah 20 Hari Uangnya Tak Dikembalikan

Illustrasi - Bank BRI

Pegawai Alfamidi di kawasan Cibinong - Bogor bernama Ramdhani Harris kehilangan uang di rekening tabungannya di Bank BRI senilai Rp 13 juta lebih, padahal dia tidak melakukan transaksi apapun.

Jakarta | SuaraJournalist-KPK.ID | Seorang Nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengaku kehilangan uang di rekening tabungannya. Uang yang telah empat tahun dikumpulkannya hingga berjumlah Rp 13,8 juta ini, tiba-tiba berkurang dalam waktu dua hari. Hal itu diungkapkan Ramdhani Harris selaku pemilik rekening kepada awak media, Senin (3/2/20).

"Ya, pada tanggal 28 Desember 2019 saya hendak setor tunai di ATM BRI Bojong Gede Bogor setelah berhasil melakukan setor tunai saya cek saldo ATM BRI saya, dan saya kaget ternyata isi saldo saya terkuras hingga tersisa sekitar 200ribu". ungkap Ramdhani Harris.

Setelah saldonya terkuras, pemuda yang akrab disapa Dhani ini mendatangi Kantor Cabang BRI Bojong Gede untuk membuat laporan dan pencetakan rekening koran. Dhani kemudian dilayani oleh petugas customer service BRI.

Ternyata setelah dilakukan pencetakan rekening koran, terdapat beberapa transaksi yang tanpa ia ketahui sudah ada transaksi pengambilan uang sejumlah 13.000.000 dengan penarikan sebanyak empat kali masing-masing senilai Rp 2.500.000, satu kali penarikan sebesar RP 2.000.000 dan satu kali lagi penarikan senilai Rp 1.000.000

Pihak Bank BRI sendiri menutur Dhani telah memprioritaskan laporannya dan meminta Dhani menunggu selama 20 hari dari laporan pertama tanggal 29 Desember 2019 untuk dilakukan investigasi. Adapun dari hasil investagasi itu pihak Bank BRI akan memberikan hasilnya melalui telepon atau SMS ke Dhani selama 20 hari kerja.

Namun setelah ditunggu-tunggu, hasil investigasi pihak bank tersebut tak kunjung diterima oleh Dhani. Bahkan Dhani mengaku hampir setiap hari ia menghubungi Call Center BRI dan jawabannya selalu sama.

"Hampir tiap hari saya menelpon call center BRI dan jawaban hanya di suruh menunggu kasus ini masih dalam investigasi bahkan ini sudah lebih dari 20 hari jawaban BRI tetap masih suruh nunggu dengan alasan masih investigasi saya mau ketemu orang atau atasan pihak bank BRI pun pihak BRI selalu bilang tidak bisa ketemu dengan atasan atau pusat BRI tetap di suruh nunggu SMS dari bank BRI sampai sekarang tidak ada SMS dari pihak bank". ungkap Dhani mengeluh.

Selaku nasabah dari perusahaan perbankan plat merah ini, Dhani mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas pelayanan dan jaminan keamanan yang diberikan oleh Bank BRI.

"Saya berharap kasus yang saya hadapi ini segera ditindaklanjuti oleh bank BRI karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap jasa perbankan". Pungkasnya.

Seperti diketahui bahwa bank BRI adalah jasa perbankan berplat merah yang dikelola oleh BUMN. Kasus yang Dhani alami adalah yang kesekian kalinya. Hal serupa sebelumnya juga pernah terjadi dibeberapa waktu belakangan.(red).

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>