,
Sungguh tragis Rekayasa Laporan keuangan yang terjadi pada BUMN dan  perusahaan terbuka (Tbk) yang listed dibursa saham seperti pada  PT....
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Direktur Utama PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika menjadi tersangka kasus suap izin...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
04 April 2022 | Dibaca: 105 Kali
Sambut Bulan Suci Ramadhan Wow Cafe Gelar Kultum Dan Tausiyah Ramadhan Menjelang Berbuka Puasa

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nantikan seluruh umat muslim di dunia.
Para umat Islam akan melaksanakan kewajiban berpuasa, di bulan Ramadhan 2022 yang merupakan bulan dilipatkan nya pahala bagi yang mengerjakan kebaikan.

Bulan puasa identik dengan shalat tarawih, berbuka puasa bersama, Idul Fitri, Mudik Lebaran dan lain sebagainya.

Menyambut bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, WOW cafe terus menebar kebaikan selain membantu pemerintah mengatasi penyebaran virus Covid-19 dengan melakukan agenda vaksinasi booster secara berkelanjutan. 

WOW Cafe juga mengadakan acara tausiyah kultum (kuliah 7 menit) menjelang ramadhan. Selain kultum Wow Cafe juga memberikan takjil secara cuma-cuma bagi pelanggan yang ingin berbuka puasa di Wow Cafe. 

Di awal puasa pertama Ramadhan yang jatuh pada hari Minggu (3/4/2022) Wow Cafe menggelar tausiyah ramadhan atau kultum yang diisi oleh da'i dari sekitar daerah kalibata dan Pancoran.

Andri Laksono menjelaskan bahwa Wow Cafe menyasar kalangan milenial, "kami ingin kaum milenial yang tinggal di daerah penyanggah ibukota Jakarta seperti Depok, Bekasi dan sekitarnya, ketika pulang kerja bisa memanfaatkan cafe ini untuk melepas penat, lapar dan dahaga". Karena cafe ini memiliki menu yang beragam dan di akhir pekan biasanya kami adakan live music untuk menghibur pengunjung.

Di bulan Suci Ramadhan ini cafe Wow mengadakan kultum Ramadhan yang diisi oleh penceramah Ust H.Moch Amin Nasri L.c di hari pertama Ramadhan.

Ust.H. Moch Amin Nasri L.c mengawali kultumnya dengan  menyampaikan, Kita wajib lulus Universitas Ramadhan, kalau kita ingin menjadi mahasiswa dan mahasiswi Ramadhan yang berhasil dan lulus dengan predikat yang tinggi, maka kita harus memperhatikan kurikulum yang pertama yaitu mampu melatih mahasiswa dan mahasiswinya menjadi manusia yang ikhlas. Bagaimana Ramadhan melatih mahasiswa dan mahasiswinya, menggembleng manusia menjadi manusia yang ikhlas. 

Coba kita perhatikan. Apa maksud Allah melarang kita  mengonsumsi dan meminum apa saja yang semula di luar Ramadhan ini halal tapi di dalam bulan Ramadhan menjadi haram. Apa maksudnya? Karena semua itu melatih kita menjadi orang yang ikhlas. Dalam arti ikhlas bagaimana puasa ini menahan lapar dan dahaga dan juga melekat emosi karena niat saya, karena Allah subhanahu wa taala bukan karena manusia, bukan karena yang lainnya. 

Oleh karena itu, puasa ini yang kita lakukan adalah puasa ibadah yang tidak ada tandingannya.

Puasa ibadah yang tidak bisa terkontaminasi dengan penyakit riya. Lain halnya dengan ibadah kita yang lain. Kalau sholat bisa kita skenariokan. Zakat bisa juga kita skenariokan. Misalnya kita melakukan sholat, sholat ini bisa terkontaminasi dengan riya. Di depan mertua supaya dilihat sholatnya bagus dan istimewa.

Yang dibaca surat yasin. Kenapa demikian? Oh! karena di depan mertua supaya dilihat sholatnya bagus dan istimewa.  

Tapi kalau puasa sekarang ini saya tanya sama bapak ibu semua apakah ibu sekarang ini puasa? Puasa tidak? Kalau puasa bicara harus ada bukti. Jaman sekarang bicara harus ada bukti, mana bukti bapak ibu puasa sekarang ini?  

Kenapa demikian? Karena kita tidak minta penilaian dari Allah, tapi sebaliknya, kita minta penilaian dari manusia, ini tidak ada habis-habisnya. Penilaian manusia itu sifatnya objektif. Menurut seleranya masing-masing, menurut saya orang ini ganteng tapi menurut teman tidak. Menurut saya perempuan ini cantik tapi menurut teman saya ah biasa-biasa saja. Relatif sifatnya. Tapi kalau Allah sudah mengatakan bagus ya bagus. Makanya dalam beribadah kita hanya minta penilaian dari Allah subhanahu wa ta'ala. 

Jangan sekali-kali mengharap penilaian orang, apalagi yang sudah ada maksud tertentu, itu tidak akan ada habis-habisnya. Ketika kita berpenampilan, ya Allah baguslah akhlakku sebagaimana memperbagus penampilanku. Maka pasrah kepada Allah subhanahu wa taala, insyaallah yang lain akan menilai ujarnya.

 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>