,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Membuanan di dunia aktifis, Johan rumkorem meminta masyarakat ikut berperan penting untuk megawal Pemerintah daerah dan DPRP serta DPRD di...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
14 Mei 2019 | Dibaca: 51 Kali
Sosialisaskan Wakaf Produktif BWI Gelar Media Gathering Di Hotel Mercure Jakarta

Guna lebih mengena dikalangan masyarakat luas dalam wakaf produktif, Badan Wakaf Indonesia (BWI) mensosialisasikan didepan media-media nasional, lembaga keuangan syariah dan masyarakat.

“Media massa mempunyai nilai strategis dalam usaha untuk mensosialisasikan wakaf produktif,” kata Humas Badan Wakaf Indonesia, Susono Yusuf dalam acara Media Gathering  dan Bincang Wakaf Produktif di Hotel Mercure Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Kegiatan yang bertagline “Peranan pers dalam mrmbangun masyarakat sadar wakaf (wakaf society) menuju Indonesia sejahtera dan bermartabat” dihadiri Ketua Badan pelaksana BWI Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA beserta jajarannya, Lembaga Keuangan Syariah dan undangan.

Sony begitu panggilan Humas BWI ini mengatakan Media Gathering ini merupakan program terawal gema ramadhan BWI yang notabene ingin meneruskan kewakafan di Indonesia yang tentunya meminta dukungan kepada media massa, lembaga keuangan syariah, bank nasional, nashir dan stakeholder.

“Media Gathering dibalut dengan bukber dan bincang bersama tentang gambaran wakaf produktif di Indonesia,” ungkapnya.

Bicara wakaf, Sony memandang masyarakat hanya melihat terbatas pada harta tidak bergerak. Namun demikian, sekarang ini wakaf sangat luas dan tidak terbatas. Mulai dari uang, saham, deposito, asuransi dan lain-lain.
“Saya meyakini bahwa masyarakat masih belum banyak mengenal wakaf secara keseluruhan. Untuk itu, media massa dapat mendukung BWI dalam pemberitaan kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan pelaksana BWI Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA
Wakaf tidak akan sempurna jika tidak ada yang beritakan yaitu media massa. Menurutnya, dari situlah bila wakaf maju dengan baik maka yang beritakan itu bagian dari pewakafan.”Begitu juga dengan lembaga keuangan (Bank) bagian dari pewakafan juga,” ujarnya.

“Informasi atau pemberitaan itu seperti oksigen, karena jaman kita ada pada media knowledge society,” imbuhnya.

Mantan Menbudpar era Presiden SBY ini menyebutkan wakaf dapat mengingkatkan tujuan berbangsa dan berbegara dengan melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.”Dan juga ikut menjaga ketertiban dunia,” pungkasnya.

Selain itu, peluang pengembangan wakaf di Indonesia salah satunya adanya jumlah penduduk yang banyak dan jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia.  Jadi kunci utama di dalam pengembangan wakaf  itu diukur dari jumlah penduduknya.”Jumlah penduduklah yang dijadikan peluang wakafnya,” katanya.

Kendati demikian, setiap penduduk apapun agamanya boleh berwakaf.”Jadi wakaf itu bukan hanya dinikmati oleh orang Islam saja, tapi nonmuslim pun boleh berwakaf,” tandasnya.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>