,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
12 Oktober 2019 | Dibaca: 317 Kali
Tembakau Alternatif Di Era Industri 4.0 Solusi Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Industri Tembakau Alternatif yang tergolong masih baru perlu diberi solusi masa depan yang lebih baik lagi baik dari sisi regulasi dan pengertian kesehatan kepada masyarakat dengan dukungan wawasan mengenai potensi-potensi yang bisa menguntungkan Indonesia dalam memasuki Industri 4.0. 

Terkait hal tersebut Komunitas Vaper Indonesia mengadakan diskusi dengan tema "Tembakau Alternatif di Industri 4.0: Solusi untuk Masa Depan yang Lebih Sehat" acara diskusi ini diisi oleh pemateri diantaranya


Ariyo Bimmo - Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR dan Pengamat Hukum, Dr. Arifandi Sanjaya - Seorang Dokter yang memilih vape dari rokok, Budiyanto - Jakarta Vapor Shop (JVS), Aryo Andrianto - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Dimasz Jeremia - Ministry of Vape Indonesia (MOVI), Eko Hc - Emkay Brewer dan Wilson Andryo - Kookpunt


Dalam wawancara dengan awak media Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) dan Pengamat Hukum Ariyo Bimmo, mendorong pemerintah untuk mengeluarkan aturan terkait tembakau alternatif. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat menyesuaikan diri dengan aturan tersebut.

“Produsen harus bisa memperlihatkan tingkat compliance yang tinggi terhadap regulasi. Kalau ada sekarang kan nggak ada. Bagaimana kita mau patuh. Regulasinya belum ada ujarnya dalam diskusi VapeMagz Indonesia 

Aturan tersebut, sambung dia, berisi poin-poin terkait peredaran tembakau alternatif di Indonesia. Salah satunya terkait batasan umur dalam penggunaan produk tembakau alternatif.”Batasan umur diperketat, perlindungan konsumen,” urai dia.

Sejauh ini, lanjutnya, pelaku usaha masih dengan kesadaran sendiri menerapkan batasan umur bagi konsumennya. “Beberapa seller, kita punya ethic kalau kita menjual ke orang dengan informasi yang tidak benar ini barang bakal rusak namanya. dan pasar akan jatuh,” ujar dia.

“Vape bukan untuk orang dewasa yang belum mulai mau merokok. Itu yang harus berulang ulang kita sampaikan ke masyarakat. Bukan untuk memulai (merokok),” imbuhnya. Selain itu, dengan adanya regulasi, proses edukasi kepada masyarakat dapat dijalankan. Aturan tersebut juga perlu menunjuk sebuah lembaga yang melakukan riset khusus terkait tembakau alternatif sehingga dapat diketahui dengan jelas dampaknya pada konsumen.

“Kemudian informasi. Harus ada nanti dalam aturan tersebut, pihak yang mengeluarkan informasi yang sahih. Kalau di Inggris Public Health of England itu. Tapi di Indonesia ini harus ada. Oke BPOM, tapi harus berdasarkan riset ya. Jangan dia bikin survey, atau berdasarkan laporan,” katanya.

Sementara, Produksi Liquid Vape, Eko HC menuturkan, vape atau rokok elektrik merupakan potensi industri 4.0 yang sangat menarik dan memiliki proyeksi yang besar. Namun, memang perlu adanya rancangan aturan atau regulasi yang mendukung untuk melegakan industri tersebut.

“Prinsipnya kita mau selamatkan masyarakat dan ada industri yang bisa menopang perekonomian negara,” kata Eko. Menurut dia, pembuatan liquid vape ini terus mengalami peningkatan yang sangat luar biasa meskipun home industri. Misal, para peracik liquid yang memulai dari 100 botol berkembang terus menjadi hingga 10.000 dan seterusnya.

“Ini luar biasa peningkatannya bagi perekonomian negara sehingga perlu disupport, karena pertumbuhannya terlihat sekali signifikan dan sangat cepat,” kata dia. Kemudian, Eko menambahkan, ketika industri ini mendapatkan lampu hijau dari bea cukai justru malah meningkat luar biasa. Memang, industri ini belum legal tapi setidaknya peredarannya sudah diizinkan oleh bea cukai sehingga market muncul.

“Setelah data cukai sekitar 200 miliar, omset per tahun sejak diberlakukan sampai hari ini Rp 500 miliar. Artinya, tumbuh 28 kali lipat itu tinggi gede banget. Artinya yang harus diperhatikan pemerintah kalau potensi ekonominya tinggi, jadi kenapa harus dilarang? Ujarnya.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>