,
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Jakarta, SuaraJournalist KPK | Visi, Misi, Program Nawacita Presiden  Joko Widodo dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
19 Februari 2018 | Dibaca: 269 Kali
Bambang: BUMN Lebih Baik Ditutup Daripada Dijual

Anggota Komisi VI Bambang Haryo Soekartono

Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Salah satu fungsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah sebagai stabilitator harga-harga yang ada di pasar. Namun, jika ada beberapa BUMN yang tidak maksimal dalam melakukan usaha produksi atau bahkan terlilit hutang, maka hal ini tentu akan sulit menjual hasil produksi di bawah harga pasar sebagai upaya untuk menstabilkan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi VI Bambang Haryo Soekartono saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Kementerian BUMN, Dirut PT Pengelola Aset, Dirut PT Pengelola Aset, Dirut PT Iglis, Dirut PT Merpati Nusantara, PT Penas, dan PT Kerta Kraft Aceh (KKA) di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (6/2) lalu.

“Saya agak prihatin dengan kondisi perusahaan-perusahaan yang ada, seperti pabrik KKA. Jadi memang mungkin pabrik KKA punya utang Rp 900 sekian miliar. Kalau kita lihat utang itu cukup besar. Apalagi listriknya tidak bekerjasama dengan PLN karena kondisi produktivitasnya terus menurun”, ungkap Bambang.

Ia menyarankan, untuk BUMN yang tidak bisa lagi diselamatkan lebih baik ditutup da tidak dijual. “Fungsi BUMN kan begitu,menstabilkan pasar baik dari sisi mutu, jumlah dan rupiahnya. Ini kalau sudah tidak mungkin ya lebih baik kenapa nggak BUMN ini ditutup. Ditutu Ya, tidak dijual karena dijual menurut saya kurang bagus”, sarannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan tanggapan mengenai revitalisasi produksi yang akan dilakukan PT KKA sebanyak 135 ribu ton per tahun yang terpasang dengan kapasitas produksi yang hanya 100- ribu ton per tahun.

“kenapa nggak sekalian merivitalisasi sesuai dengan kepasitas produksinya menjadi 400 ribu ton per tahun. Apakah market bapak ini tidak bisa memaksimalkan sinergi dengan BUMN yang lain maupun sinergi dengan target yang dilakukan pemerintah saat ini. Dimana kita mengalami peningkatan pembangunan infrastruktur dari 300 Triliun menjadi 400 Triliun. Tentu hal ini membutuhkan banyak kertas dan ini menjadi peluang untuk target pasar,” pungkas pria dari dapil Jawa Timur I ini. (mbr/sc)
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>