,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN LP3 NKRI)...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
08 Maret 2019 | Dibaca: 76 Kali
Kemenristekdikti Kucurkan Dana 1,52 Triliun Rupiah Untuk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia

Koransuarajournalist-kpk.id Jakarta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluncurkan pendanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2019 sebesar Rp. 1,52 Triliun dengan rincian dana Penelitian sebesar Rp. 1,39 Triliun dengan jumlah judul penelitian sebanyak 16,253 judul dan dana Pengabdian kepada Masyarakat sebesar Rp 133,85 Milyar denganjumlah judul sebanyak 2.281 judul. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati dalam Konferensi Pers Peluncuran Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2019 di Hotel Millennium, Jakarta, Jumat (8/3) sore. 

"Pembagian judul penelitian berdasarkan bidang fokusnya terdiri dari: Pangan dan Pertanian  2.176 judul, Kesehatan dan Obat 2.807 judul, Energi dan Energi Terbarukan 799 judul, Pertahanan dan Keamanan 68 judul, Teknologi Informasi dan Komunikasi 1.737 judul, Kemaritiman 348 judul, Kebencanaan 579 judul, Transportasi 287 judul, Material Maju L015 judul, dan Sosial Humaniora 6437 judul." Ujar Dimyati. 

"10 perguruan tinggi dengan jumlah judul penelitian terbanyak, terdiri dari Universitas Gadjah Mada 485 judul, Universitas Indonesia 480 judul, Institut Teknologi Bandung 424 judul, Institut Pertanian Bogor 323 judul, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 336 judul. Universitas Diponegoro 313 judul, Universitas Hasanuddin 279judul, Universitas Padjadjaran
 275 judul. Universitas Airlangga 266 judul. dan Universitas Sumatera Utara 250 Lanjut Dimyati.

Dimyati juga menjelaskan bahwa dana penelitian disebar sesuai dengan klaster penelitian perguruan tinggi. Untuk Kluster Mandiri 4.553 judul, dengan dana Rp.598,240,467,055 Klaster Utama 2.824 judul, dengan dana Rp. 375.614.024.482; Kluster Madya 1.244 judul. dengan dana Rp. 175.153.530.803; dan Kluster Binaan 7.632 judul,dengan dana Rp. 239.303.4l7.905. 

Sedangkan untuk pengabdian masyarakat. terdapat beberapa penugasan. mulai dari Proposal Citarum 6, Mitigasi Bencana 27. Desa Prioritas 70, Papua dan Papua Barat. Di samping itu. persentase jumlah peneliti program penelitian sesuai gender-nya ialah Laki-Laki sebesar 51%. dan Perempuan sebesar 49%, sedangkan persentase jumlah peneliti dalam pengabdian kepada masyarakat sesuai gendemya terdiri atas Laki-Laki 48%. dan Perempuan 52%. 

Pada kesempatan yang sama. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ocky Kama Radjasa menjelaskan bahwa pendanaan tersebut merupakan upaya Kemenristekdikti untuk mewujudkan keunggulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tingg, meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat nasional dan internasional. meningkatkan angka partisipasi dosen/peneliti dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi, dan memfungsikan potensi perguruan tinggi dalam menopang daya saing bangsa 

“Strategi yang dilakukan Ditjen Penguatan Risbang adalah memberikan kewenangan yang iebih luas dalam pengelolaan penelitian kepada perguruan tinggi melalui program desentralisasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sedangkan untuk isu-isu nasional diwadahi melalui kompetitif nasional." Ujar Ocky. 


“Sementara untuk isu-isu yang dipandang strategis, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan dapat memberikan penugasan kepada Perguruan Tinggi yang mempunyai kompetensi tinggi dalam bidang tertentu melalui skema penugasan. Sedangkan untuk pengabdian kepada masyarakat, pendanaan 2019 difokuskan pada penerapan teknologi hasil penelitian dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang dihadapi masyakakat sehingga dapat meningkatkan tingkat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.” Paparnya. 

”Tahun 2019 ini, untuk pertama kalinya dilakukan kontrak penelitian dengan sistem tahun jamak (multiyear) yang mengacu pada Perpres No. 16 Tahun 2018 dan Pcrmenristekdikti Nomor 20 Tahun 2018." Tutup Ocky.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>