,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
07 Oktober 2019 | Dibaca: 149 Kali
Aktivis Usulkan Emil Dardak Maju PILWALKOT Surabaya

Banyak pihak mengunggulkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020. Salah satunya Felly Ponto, aktivis relawan Jokowi-Ma'ruf dan Ketua Swara Oedjoeng Galoeh (SOG). Felly mengatakan sulit kalahkan calon dari PDIP di Surabaya, jika tidak ada figur alternatif yang maju melawan calon dari partai banteng itu. Sutorejo, Surabaya (7/10/2019).

Felly mengatakan, "Bukan karena saya simpatisan PDIP lalu saya bilang PDIP sulit dikalahkan. Saya obyektif kok. PDIP memang yang terkuat di Surabaya, punya lima belas kursi di DPRD. Siapapun nanti calon yang diusung, potensi menangnya paling besar. Jadi jangan terlalu bermimpi bisa kalahkan PDIP."

Secara mengejutkan Felly menambahkan, kecuali jika Emil Dardak ikut maju dalam Pilwali, maka hampir mustahil bagi calon mana pun bisa mengalahkan jagoan dari PDIP. Pernyataan Felly sontak menarik perhatian, sebab Emil diketahui adalah Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini. Hampir pasti Emil takkan bertarung di kontestasi suksesi Wali Kota Risma.

Tapi amatan Felly bukannya tanpa alasan. Ia mengaku pihaknya menilai Emil memiliki kharisma dan basis massa yang kuat di Surabaya. Itu dibuktikan dengan menangnya Khofifah dan Emil di Kota Pahlawan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 lalu. Hal itu, menurut Felly, menjadi modal berharga yang tak dimilki kandidat-kandidat lainnya.

"Pak Emil itu pemimpin muda yang kharismatik. Massanya banyak waktu Pilgub kemarin, buktinya beliau dan Bu Khofifah menang di Surabaya. Itu modal berharga buat Pak Emil. Saya rasa beliau satu-satunya figur yang paling kuat potensi menangnya kalau ikut bertarung di Pilwali," kata Felly.

Ketua SOG itu menambahkan, jika Emil bersedia bertarung di Pilwali dan menang, maka kepemimpinannya di Surabaya akan lebih mengundang "lampu sorot" media dan pemberitaan terhadap dirinya, yang mana itu sangat menguntungkan bagi karir politik mantan Bupati Trenggalek itu ke depan.

"Jabatan sebagai Wakil Gubernur tentu sangat baik. Tapi menurut saya, kalau Pak Emil jadi Wali Kota Surabaya, maka itu jauh lebih baik. Beliau akan lebih bisa menyempurnakan bakat kepemimpinan beliau. Siapa tahu Pak Emil akan jadi Wakil Presiden kita di tahu 2024," ujar Felly berspekulasi.

"Kalau perhitungan saya, calon dari PDIP hanya bisa dikalahkan figur yang elektabilitasnya paling tinggi, paling populer, dan berkharisma. Menurut saya itu cuma Pak Emil Dardak. Tapi kan nggak mungkin beliau mau maju di Pilwali Surabaya. Jadi intinya, prediksi saya masih sama, calon dari PDIP yang akan menang,"  imbuhnya 

Ia menambahkan, jika Emil bersedia maju maka kandidat yang pantas mendampingi sebagai calon Wali Kota haruslah orang mengenal seluk-beluk Kota Surabaya. Felly menyebut beberapa, antara lain: Eri Cahyadi (Kepala Bappeko), Dhimas Anugrah (PSI), Hendro G (Sekkota), Sutjipto Joe Angga (Pengusaha), dan M. Sholeh (Pengacara)

"Cak Eri, Cak Dhimas, Pak Hendro Sekkota, Pak Angga, dan Cak Sholeh, saya rasa mereka figur-figur yang bisa menjadi duet sepadan dengan Pak Emil ya. Mereka kompeten dan punya sumber daya yang kuat. Secara khusus Pak Angga, saya kira Pak Angga punya kelebihan pada relasi dengan para pengusaha ya," kata Felly.

"Cak Eri dan Cak Dhimas, keduanya muda dan kuat energinya. Sama-sama pintar dan bagus karirnya. Pak Hendro bagus selama jadi Sekkota, Cak Sholeh juga hebat di bidang hukum dan litigasi. Ini adalah pertimbangan saya secara personal, tapi saya rasa hal ini boleh dipertimbangkan pihak-pihak yang akan bertarung di Pilwali Surabaya tahun 2020," pungkas Felly.

 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>