,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
01 Oktober 2019 | Dibaca: 88 Kali
GO INDONESIA Gelar Diskusi Media Menakar Ujian Bagi Kesaktian Pancasila Di Tahun 2019


Apakah Pancasila masih sakti? Jika masih, adakah kesaktian itu teruji oleh dinamika sosial politik dan gesekan yang terjadi di tengah masyarakat akhir-akhir ini?

Pertanyaan-pertanyaan di atas menjadi diskusi hangat yang diinisiasi oleh Generasi Optimis (GO) Indonesia, pada Senin (30/9/2019). GO Indonesia menstimulir publik Jakarta berdikusi terbuka dalam tema "Menakar Ujian bagi Kesaktian Pancasila di Tahun 2019," di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Tema pembicaraan yang menarik itu menampilkan beberapa narasumber yang sangat mencintai Indonesia, Pancasila juga bhineka tunggal Ika yaitu Frans Meroga (Wakil Ketua Umum GO Indonesia), 
Tigor Mulo Horas Sinaga (Sekretaris Jendral GO Indonesia), Bayu Winarko (Pakar Manajemen), dan sebagai penanggap, Dhimas Anugrah, pemerhati sosial dari Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris.

Berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini di tanah air, mulai masalah Papua, unjuk rasa di Ibu Kota Jakarta, hingga penutupan rumah ibadah kelompok tertentu menjadi ujian bagi kesaktian Pancasila yang telah menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang mempunyai semboyan bhineka tunggal Ika. Atas keprihatinan ini kami GO Indonesia menggelar acara ini.

Sebagai pembuka Tigor Mulo Horas Sinaga selaku sekretaris jenderal GO Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia ini adalah negara yang kaya, beragam dan memiliki dasar Pancasila. Tidak ada perbedaan antara orang Papua, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera. Kita ini sama-sama lahir di Indonesia jadi kita ini anak ibu Pertiwi jelasnya. 

Jadi jangan lagi ada kerusuhan kita seharusnya bersatu membangun bangsa ini. Bangsa ini hebat pertumbuhan ekonominya terbesar se Asia tenggara dan akan menjadi 5 besar ekonomi dunia. 

Terkait kerusuhan yang terjadi di Papua Tigor Mulo Horas Sinaga juga menyampaikan, “mereka itu baiknya disebut sebagai teroris, sebab saya melihat dari berbagai kiriman video dan WAG, mereka sudah sangat biadab. Jangan lagi beri ruang, bila perlu tembak saja ditempat kalau perlu” tegas Tigor dengan lantang.

Ia juga menegaskan, bahwa konflik di Papua sudah tidak bisa dibiarkan lagi pasalnya sudah merongrong pemerintahan sudah banyak berjatuhan korban. Apalagi dengan adanya kalimat bagi pemberontak sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dirinya juga tidak menutup kemungkinan, bahwa ada pihak-pihak Asing yang bermain dalam konflik Papua. Kami berharap TNI-Polri lebih tegas dalam tindakan. Intinya jika ada yang berusaha mengoyak Pancasila akan berhadapan dengan kami khususnya saya.

Dalam diskusi ini Frans Meroga mengatakan, "Indonesia sejak awal hidup dalam nilai Pancasila, ayolah, jangan bikin rusuh dan gaduh. Apa yang mau dicari dari kegaduhan ini?" Tidak ada untungnya tandasnya.

Apakah Pancasila masih sakti? Iya, itu pasti, dan akan selamanya sakti. Kesaktian Pancasila itu tetap akan teruji walau negeri kita sedang diterpa dinamika sosial politik dan gesekan tengah masyarakat. Pada tahun 1965 Pancasila lolos uji kesaktian, dan tahun ini pun akan tetap teruji kesaktiannya," pungkas Frans.

Sementara itu, Bayu Winarko yang akrab di sapa "Cak Bayu" mengatakan biarlah Indonesia ini terus di bangun oleh pak Jokowi, infrastruktur terus dibangun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kami Go Indonesia menegaskan bahwa mendukung penuh Pemerintahan yang ada baik yang sekarang maupun periode berikutnya. Karena jelas pak Jokowi adalah presiden republik Indonesia yang dipilih oleh rakyat dan dicintai oleh rakyatnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya mendukung Presiden dan Pemerintah yang sah untuk mengambill langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi situasi di Papua dan aksi unjuk rasa elemen masyarakat terkait RUU bermasalah yang telah menelan korban.

"GO Indoensia mendukung langkah-langkah TNI/POLRI dalam mengamankan dan menegakkan hukum terkait masalah Papua dan aksi yang merusak demontrasi damai dengan melakukan tindakan melawan hukum dan mengakibatkan kekacaun di masyarakat," ujar Bayu.

Ia dengan tegas menyatakan bahwa Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GO Indonesia menentang langkah-langkah pihak-pihak yang mengadu domba TNI/POLRI dan elemen masyarakat
demi keuntungan pribadi dan kelompoknya dengan memecah-belah kesatuan dan persatuan NKRI.

"DPN GO Indonesia mendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang sah hasil pemilu 2019 untuk segera dilantik dan  menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan segera mengatasi situasi serta memulihkan keamanan serta memberikan kepastian hukum demi tegaknya NKRI yang kita cintai," kata Bayu yang juga pakar ilmu manajemen tersebut.

Dalam diskusi publik tersebut, Bayu juga menyatakan bahwa DPN GO Indonesia mengimbau semua pihak mengajukan tuntutannya dalam koridor hukum dan  
demokrasi serta mengedepankan dialektika
musyawarah mufakat yang adalah ruh bangsa Indonesia, serta melakukan upaya-upaya damai lainnya, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan keamanan.

Sementara itu Dhimas Anugrah, atau yang lebih ajaran disebut "Cak Dimas" menegaskan bahwa Pancasila itu sakti karena tidak tergantikan oleh ideologi apapun yang coba masuk ke Indonesia."

"Pancasila adalah rumah kita bersama. Pancasila adalah rahmat Tuhan sendiri bagi bangsa kita. Bangsa kita takkan dapat bertahan tanpa Pancasila. Jangan ada yang coba-coba gantikan Pancasila dengan ideologi lain,” tegas Dhimas yang namanya masuk dalam bursa calon Walikota Surabaya itu.

Diskusi publik yang berlangsung menarik tersebut dimanfaatkan oleh GO Indonesia untuk mengajak segenap elemen bangsa agar berdoa supaya tanggal 1 Oktober yang merupakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi titik balik kedamaian dan kemajuan bangsa Indonesia munuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Intinya para patriotistik bangsa tersebut merumuskan beberapa kesepakatan yaitu pertama GO Indonesia mendukung Presiden dan Pemerintah yang sah untuk mengambill langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi situasi di Papua dan aksi demonstrasi elemen masyarakat mengenai RUU KPK dan RUU KUHP  yang telah menelan korban.

Kedua, mendukung langkah-langkah TNI/POLRI dalam mengamankan dan menegakkan hukum
terkait masalah Papua dan aksi yang merusak demontrasi damai dengan melakukan tindakan melawan hukum dan mengakibatkan kekacaun di masyarakat

Ketiga menentang langkah-langkah pihak2 yg mengadu domba TNI/POLRI dan elemen masyarakat
demi keuntungan pribadi golongan dan kelompoknya dengan memecah-belah kesatuan dan persatuan NKRI

Keempat mendukung Presiden dan Wakil Presiden yang sah hasil pemilu 2019 untuk segera dilantik dan  menjalankan roda pemerintahan secara 
efektif dan segera mengatasi situasi serta memulihkan keamanan serta memberikan kepastian hukum demi tegaknya NKRI yang kita cintai.

Dan yang kelima mengimbau semua pihak untuk melakukan tuntutannya dalam koridor hukum dan  
demokrasi serta mengedapankan dialektika
musyawarah mufakat yang adalah ruh bangsa Indonesia serta melakukan upaya-upaya damai lainnya, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan keamanan.

GO Indonesia mengajak segenap elemen bangsa berdoa agar hari esok yang merupakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi titik balik kedamaian dan kemajuan bangsa Indonesia munuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Kedepannya GO Indonesia memiliki program untuk membumikan, mensosialisasikan Pancasila dengan kegiatan dialog, seminar dan kegiatan bela negara. 
 

 

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>