,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN LP3 NKRI)...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
               Sebagaimana diketahui kasus korupsi di Biak dan Supiori, yang masih menjadi momok...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
13 Mei 2019 | Dibaca: 81 Kali
Ketua Umum GAPENTA Tanggapi Situasi Politik Tanah Air Saat Ini

Suarajournalis-kpk.id-Jakarta-Ketua Umum Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Radikalisme (GEPENTA) Brigjend Pol. Purn. DR. Parasian Simanungkalit. SH.MH menangapi langsung situasi negara menjelang Pengumuman pemenang pemilu pada tanggal 22 Mei 2019 yang dianggap telah terancam dengan munculnya isu people power.

Ia mengibaratkan Pemilu atau pilpres ibarat perlombaan sport yakni kedua pasangan calon presiden harus menjunjung tinggi sportivitas. Perlombaan sport itu kan ada pemenang dan ada Runner up nya. Jadi peserta Pilpres 2019 seharusnya seperti itu kedua Paslon harus bisa menerima apapun keputusan KPU.

kondisi dinamika Negara Republik Indonesia menjelang pengumuman KPU saat ini bisa dikatakan sedikit memanas. KPU ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyelengara PEMILU dan untuk mendukung kegiatan Pemilu dibentuklah Komisioner KPU merupakan perwakilan yang di pilih oleh DPR dengan kata lain dipilih komisioner KPU oleh rakyat. 

Pada tanggal 22 Mei 2019 merupakan "Finish" dari para konsestan peserta pemilu 2019 termasuk calon presiden dan calon wakil presiden. Hingga saat ini belum ada pemenang yang ditetapkan oleh KPU untuk itu diharapkan semua unsur menahan diri untuk  jangan terprovokasi dengan isu atau kegiatan people power, akibat dari kegiatan tersebut ada beberapa anak bangsa yang salah jalan. Seperti yang baru-baru ini yang terjadi di depan Bawaslu yang beberapa waktu lalu viral di media sosial. Ia menyayangkan Hal tersebut terjadi dan ia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Ketua GEPENTA ini mengimbau kepada seluruh komponen bangsa dan purnawairan TNI-Polri untuk dapat mencegah disintegrasi bangsa. "Kami mengimbau kepada seluruh komponen bangsa, TNI-Polri dan seluruh rakyat Indonesia, dapat mencegah dan memadamkan apabila ada perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan inkonstitusional, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya." Ujar Dr. Parasian Simanungkalit saat konferensi Pers GAPENTA di Hotel Tendean 88, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

GEPENTA juga mengimbau kepada semua Purnawirawan, mulai dari pangkat Tamtama sampai dengan Jenderal, "kita adalah purnawirawan jadi kita wajib taat dengan pancasila dan undang-undang dasar 1945, jadi mempertahankan pancasila dan NKRI adalah tugas bersama komponen bangsa Indonesia. Mari kita ciptakan Indonesia negeri aman, damai, makmur dan sejahtera," Imbaunya

Inilah yang perlu kita sampaikan kepada seluruh Komponen bangsa, agar jangan terprovokasi imbauan-imbauan untuk membenturkan rakyat dengan rakyat, untuk membenturkan pelaku tindak pidana dengan orang yang baik-baik, oleh karena itu, Polri harus di depan untuk menegaskan hukum itu, tegakan hukum dan TNI Tegakan kedaulatan." tegas Purnawirawan Brigjen ini.

Ketua umum GAPENTA ini juga meningatkan kepada oknum-oknum yang ingin mengganti dasar negara Pancasila agar menghentikan aksi tersebut. Menurut dia, rakyat mendukung untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan merugikan bangsa Indonesia. "Inilah yang kita harapkan dari seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke." Katanya.

Terakhir ia tidak lupa juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama memerangi kejahatan dan peredaran gelap nakoba, tawuran, radikalisme, terorisme, korupsi, pungli dan anarkis.


 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>