,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Jakarta, Suara Journalist KPK | Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN LP3 NKRI)...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Membuanan di dunia aktifis, Johan rumkorem meminta masyarakat ikut berperan penting untuk megawal Pemerintah daerah dan DPRP serta DPRD di...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
31 Mei 2019 | Dibaca: 227 Kali
Koalisi Mahasiswa Minta Pihak Berwenang Ungkap Kematian 600 Petugas KPPS dan Tragedi 21-22 Mei 2019




​​​ Jakarta – Saat ini bangsa indonesia sedang menghadapi goyangan politik atas adanya proses perebutan kepemimpinan yang memakan korban 600 lebih KPPS dan peserta Demonstra 21 dan 22 mei 2019.

Menurut Zainuddin Arsyad S. Ip (Koordinator) Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Kedaulatan NKRI mengungkapkan, beberapa pihak beranggapan ada kejanggalan dalam proses pesta demokrasi hingga melahirkan gelombang demonstrasi yang dapat berujung disintegrintas bangsa.

“Selain dari pada itu bangsa asing juga nampaknya ikut terlibat mengambil bagian dari konflik politik demi mempertahankan kepentingan mereka,” tegasnya saat memberi sambutan dalam diskusi menyikapi persoalan bangsa.

Melihat kejadian diatas dan dengan kesadaran sejarah, Kami dari beberapa element Oraganisasi Pemuda yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Kedaulatan NKRI hadir menjadi bagian dari komponen Bangsa lndonesia untuk tetap mempertahankan kedaulatan bangsa dan mencegah perpecahan dengan menyatakan sikap.

Kami Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Kedaulatan NKRI pada hari ini, Rabu 29 Mei 2019, di Gedung Stovia (Gedung Musium Kebangkitan Nasional) Jakarta Pusat menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengajak Seluruh Element Bangsa Khususnya Mahasiswa dan Pemuda Untuk Menjaga Keutuhan Dan Persatuan NKRI
  2. Meminta Kepada Pihak Yang Berwenang Untuk Mengungkap Dugaan Pelanggaran HAM atas Meninggalnya kurang Lebih 500 KPPS dan tragedi mei atas Korban Luka-luka Serta Meninggal Pada Saat Unjuk Rasa 21-22 Mei 2019 (Demokrasi Memakan Korban)
  3. Meminta Kepada Elit Politik Khusunya Calon Presiden Untuk Menenangkan Rakyat dan Terus Mendorong Kesejukan di situasi politik yang sedang memanas
  4. Mendorong seluruh mahasiswa untuk hadir menyikapi persoalan yang sedang di hadapi bangsa kita.
  5. Mengajak Seluruh Mahasiswa dan Pemuda Untuk Mempertahankan Kedaulatan Bangsa Dari Segala Intervensi Politik, Budaya, Ekonomi, Politik pecah belah, politik adu domba, atau devide et impera oleh Bangsa Asing.
  6. Mengajak Seluruh Element Bangsa Untuk Mempertahankan Pancasila dan UUD 45. 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>