,
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Jakarta, SuaraJournalist KPK | Visi, Misi, Program Nawacita Presiden  Joko Widodo dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
07 November 2018 | Dibaca: 95 Kali
Peringati Milad Ke 71 Brigade PII (Pelajar Islam Indonesia) Ajak Pemuda Menjaga Persatuan dan Kedaulatan NKRI

Di era teknologi sekarang ini, salah satu keresahan dari pelajar adalah dampak pornografi dari internet. Lahirnya organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) ini harus menjadi bagian dari antisipasi rusaknya moral pelajar. Demikian dikatakan Nasrullah Larada, Ketua Umum PB KB PII, saat menghadiri Peringatan Hari Lahir Nasional Brigade Pelajar Islam Indonesia Ke-71, Selasa (6/11/2018), di Aula Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta.

“Dampak negatif dari internet juga menjadi tugas PII. Saya meminta kalian menjadi generasi yang akan memimpin masa depan bangsa, dipundak kalianlah masa depan Indonesia. Janganlah kalian malas dan ikut menjadi bagian dari kenakalan remaja. Oleh karena itu, mari kita mengasah keahlian kepemimpinan dalam diri kita semua karena kalian berpotensi menjadi pemimpin bangsa. Tunjukan jiwa kepemimpinan kalian di lingkungan sekitar,” ujar Nasrullah.

Dalam kesempatan yang sama, Husin Tasrik Makrup Nasution, Ketua Umum PB PII berpesan, brigade harus menjadi bagian dalam mengawal keamanan dan ketahanan dan serta kedamaian NKRI. Selain itu, PII juga harus menjaga dan mengawal dakwah Islam.

Jika melihat sejarah, lanjutnya, dua tahun setelah merdeka, banyak pemberontak sehingga brigade PII dibentuk untuk menjadi bagian dari perjuangan melawan penjajah. Pada saat itu, pelajar meninggalkan pena untuk bergabung menjadi tentara pelajar.

“Saat ini, brigade tidak lagi ada ancaman namun tugas saat ini adalah melawan salah satunya adalah hoax, sex bebas, tawuran pelajar. Ini harus menjadi bagian tugas brigade selain menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.

Sementara itu, Sureza Sulaiman, Komandan Pusat Brigade PII menjelaskan, organisasi Pelajar Islam pertama dan terbesar di Indonesia ini dibentuk untuk tujuan satu yaitu persatuan dan kesatuan. Dengan tujuan itulah kemudian mempersatukan seluruh elemen untuk kemerdekaan, pembangunan, kesejahteraan dan kemenangan Indonesia.

“Jadi semuanya itu merupakan semangat dari pendirian pelajar Indonesia karena sejak pertama berdiri ingin menyatukan pelajar umum dan pelajar Pesantren antara kaum yang tradisional dan modern dalam,” ucap Sureza.

Dalam usia yang ke-71 ini, tambahnya, kita berharap dengan berbagai permasalahan bangsa sekarang khususnya pada momentum Pemilu 2019 ini kita berharap ke depan bangsa Indonesia punya rasa persatuan yang mengakar sampai ke tataran pelajar karena tantangan dan hambatan yang kita hadapi sudah sangat kompleks ungkapnya.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>