,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Membuanan di dunia aktifis, Johan rumkorem meminta masyarakat ikut berperan penting untuk megawal Pemerintah daerah dan DPRP serta DPRD di...
Jakarta - Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 1 1/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Banwedan aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari...
  Jakarta Suara Journalist KPK. Tiga mantan pejabat PT Sinar Mas Group dieksekusi Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I...
01 April 2019 | Dibaca: 70 Kali
Survei Terkini New Indonesia Tunjukan Pasangan Prabowo-Sandi Ungguli Pasangan Jokowi-Maruf

Koransuarajournalist-kpk.id- Jakarta- Riset dan pemantau pemilu, New Indonesia merilis hasil survei Pilpres 2019. Hasilnya menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengalahkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Dalam rilisnya, Direktur Eksekutif New Indonesia, David Haerantula menyampaikan, tingkat elektabilitas Prabowo-Sandi kini sebesar 51,8 persen dan Jokowi-Ma'ruf 44,2 persen.

David mengatakan, menjelang pemungutan suara, terjadi fenomena migrasi suara. Banyak calon pemilihan pasangan 01 bermigrasi atau berpindah dukungan ke pasangan 02.

"Salah satu temuan New Indonesia adalah menguatnya dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi dan melemahnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Dibandingkan survei New Indonesia sebelumnya, tingkat elektabilitas Prabowo-Sandi kali ini mengalami peningkatan sangat signifikan," jelasnya saat rilis di kawasan Senayan, Jakarta, Senin 1/4/2019.

"Pada survei bulan Desember 2018, elektabilitas Prabowo-Sandi baru sebesar 42,3 persen. Dalam waktu sekitar tiga bulan telah naik menjadi 51,8 persen. Sementara elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pada survei Desember 2018 sebesar 49,8 persen kini turun menjadi 44,2 persen," lanjutnya.

David menambahkan, selain migrasi dukungan, menguatnya elektabilitas Prabowo-Sandi juga disebabkan para undecided voters dan swing voters yang jumlahnya cukup signifikan pada survei sebelumnya kini mengalihkan pilihannya ke Prabowo-Sandi. Migrasi suara, dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya Prabowo-Sandi dinilai tampil optimal dalam beberapa debat capres dan cawapres terakhir.

"Baik dari program kerja yang ditawarkan maupun aspek etika berdebat, paslon 02 ternyata lebih disukai publik. Sikap Prabowo yang lebih fokus pada masalah yang dibahas dan tidak terpancing menyerang pribadi lawan justru mengundang simpati masyarakat. Sikap itu dinilai publik sebagai cermin kematangan dan jiwa kenegarawanan Prabowo-Sandi," katanya.

Merosotnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf, salah satunya karena dinilai gagal memenuhi janjinya pada Pilpres 2014. Selain itu, isu penyebar hoaks yang dituduhkan tim Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo-Sandi juga dinilai kontra produktif.

"Publik dengan mudah dapat memahami bahwa hoaks dapat bersumber dari mana saja termasuk dari kubu paslon 01. Tuduhan bertubi-tubi soal hoaks justru mengundang simpati publik terhadap paslon 02 dan berbalik arah justru menggerogoti dukungan pada Jokowi-Ma'ruf," jelas David.

"Masalah kesulitan lapangan pekerjaan dan melambungnya harga-harga kebutuhan pokok benar-benar dirasakan publik. Berdasarkan survei New Indonesia, mayoritas publik mengaku hidupnya tidak lebih baik selama lima tahun terakhir," lanjutnya.

Survei dilaksanakan pada 10-21 Maret 2019 di 34 provinsi. Responden survei ini mereka yang memiliki hak pilih atau masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah responden sebanyak 1.225 yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-stage random sampling). Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen. Survei ini juga dilengkapi dengan riset kualitatif dan kajian media.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>