,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
03 September 2025 | Dibaca: 1986 Kali
Film Sayap Garuda Angkat Pesan Stop Bullying

Malang – Film layar lebar terbaru berjudul Sayap Garuda siap hadir dengan membawa pesan kuat bagi pelajar Indonesia: hentikan perilaku bullying.

Mahesa Prabu Febriyanto, pemeran Robert dalam film ini, mengaku bangga bisa terlibat. “Rasanya senang main di film ini karena untuk anak-anak dan masyarakat agar mau belajar dan stop bullying. Tidak ada kesulitan, saya baca naskah dan hapalin sampai dua minggu. Banyak pesan-pesan baik dari film ini,” ujarnya.

Mahesa sendiri bukan wajah baru di dunia hiburan.  Mahesa Prabu Febriyanto umur 8 thn kelas 2 SD, nama SD nya adalah SD Unggulan sang Cipta Rasa atau SDU SCR Indramayu. sebelumnya pernah membintangi FTV SCTV Menantu Durhaka dan film layar lebar Imah di Cianjur. Prestasinya pun tak sedikit. “Sejak umur 1,5 tahun saya juara satu fotogenic di Surabaya. Saya di usia 5 tahun jadi penari topeng terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung 2022, juara dua ajang Model Nasional Heritage Indonesia 2024 di Jakarta, dan penari topeng terbaik nasional di Bali tahun 2024,” jelasnya.

Sutradara Sayap Garuda, Tarmizi Abka yang akrab disapa Pak Jimmy, menegaskan bahwa film ini dibuat melalui proses panjang. “Pembuatan film Sayap Garuda sangat panjang, ya mulai dari riset. Kita mengambil sekolah-sekolah, 30 sampai 50 sekolah yang ada di Malang Raya. Kami ingin memberikan pesan lewat film ini: jangan ada lagi pembullyan. Tidak ada lagi saling menyakiti, merasa kuat dan hebat. Mudah-mudahan bisa memberi pesan kepada seluruh pelajar Indonesia agar tidak ada lagi yang membully,” katanya.

Pak Jimmy juga menceritakan tantangan saat mengarahkan para pemain cilik. “Kesulitannya kalau mendirect anak-anak standar ya, susah diatur, tidak langsung paham saat kita memberikan masukan. Di sini ada 50 lebih pemain anak-anak. Tapi kami berikan ruang ekspresi untuk anak-anak di daerah,” jelasnya.

Proses produksi film ini sudah berjalan delapan bulan. “Mulai dari riset, latihan membuat karakter, sampai syuting. Untuk tayangnya mungkin bisa satu tahun,” ungkap Pak Jimmy.

Lokasi syuting Sayap Garuda dilakukan di berbagai tempat di Malang, mulai dari pantai hingga spot budaya khas daerah. “Kami sengaja mengangkat culture lokal supaya film ini tidak hanya kuat dari sisi pesan moral, tapi juga bisa memperkenalkan budaya Malang,” tambahnya.

Film Sayap Garuda diharapkan menjadi karya yang mampu menyentuh hati penonton sekaligus mendorong kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan bersahabat.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>