,
Terkait pernyataan publik yang disampaikan oleh Ketua investigasi Media SJ-KPK Evert Nunuhitu  tentang dugaan Rekayasa Laporan Keuangan PT.Bank...
Jakarta- suarajournalist-kpk.id- ​​​​Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN), Evert Nunuhitu Mengatakan bahwa diduga ...
Suara Journalist KPK. Jakarta | Dugaan kejahatan lingkungan yang telah dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Suryamas Cipta Perkasa,...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
25 Desember 2020 | Dibaca: 540 Kali
Di Duga Terdapat Rekayasa 19,5 Triliun Rupiah Pada Laporan Keuangan Bank Mandiri 2018

Jakarta- suarajournalist-kpk.id-
​​​​Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN), Evert Nunuhitu Mengatakan bahwa diduga  telah terjadi “Rekayasa” sejumlah 19.5 Triliun Rupiah (Rp. 19.529.146.000.000), Pada Laporan Keuangan PT.Bank Mandiri (Pesero) Tbk Tahun Buku 2018.

Lebih lanjut Evert Nunuhitu mengatakan bahwa Surat Pernyataan Direksi Bank Mandir tertanggal 28 Januari 2019,  yang di tanda tangani oleh Kartika Wirjoatmodjo sebagai Dierktur Utama dan Panji Irawan sebagai Direktur, yang bertindak untuk dan atas nama Bank Mandiri (Pesero)Tbk, adalah penegasan  tanggung jawab  terhadap Laporan Keuangan yang telah dipublikasikan, sehingga siapapun yang saat ini menjabat sebagai Direksi PT. Bank Mandiri (Pesero) Tbk, wajib  memberikan prioritas utama untuk menjawab apabila menerima klaim atau tudingan keraguan atas kebenaran Laporan Keuangan yang di publikasikan, demi menjaga kredibilitas kepercayaan nasabah dan dunia perbankan pada umumnya.

Surat Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN)  Nomor : 008.23 MDR/GRPKN.0104/09.2020, tanggal 23 September 2020, Perihal: Klarifikasi Melalui Tatap Muka, yang ditujukan kepada Bank Mandiri dengan Lampiran Penjelasan Pembuktian Penyimpangan atas Laporan Keuangan PT. Bank Mandiri (Pesero) Tbk dan Entitas Anak periode 2018 mengungkapkan adanya Penyimpangan dalam Laporan Keuangan senilai  Rp. 19.529.146.000.000.-  (Sembilan Belas Triliun Lima Ratus  Dua Puluh Sembilan Milyar Seratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah) jelas menunjukkan adanya dugaan Rekayasa Laporan keuangan yang berimplikasi ketidak percayaan publik dan berimplikasi hukum, apalagi dalam Surat Pernyataan Direksi Bank Mandiri yang merupakan bagian intergral dari Laporan Keuangan yang dipublikasikan,  secara jelas menyatakan bahwa Direksi dalam kedudukannya bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian PT. Bank Mandiri (Pesero) dan Entitas Anak, dan dalam kedudukannya bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian PT. Bank Mandiri (Pesero) dan Entitas Anak.

Sebagai  seorang Akuntan dan juga Ketua Investigasi Media SJ-KPK, Evert Nunuhitu sangat yakin bahwa penjelasan pembuktian terhadap penyimpangan yang terjadi pada penghapus bukuan kredit senilai Rp. 15.431.209.000.000.  ( Lima Belas Triliun Empat Ratus Tiga Puluh Satu Milyar Dua Ratus Sembilan Juta Rupiah), dan hasil koreksi atas mutasi senilai  Rp. 4.097.937.000.000 (Empat Triliun Sembilan Puluh Tujuh Milyar Sembilan Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah) yang berdampak dan bersinggungan langsung pada pos-pos Ekuitas, Pengaruh perubahan Kurs mata Uang asing, Selisih Atas Cadangan Penurunan Nilai, Selisih Atas beban Penyusutan dan Amortisasi, Penerimaan Kredit yang telah Dihapus bukukan, serta koreksi pada Pos-pos Kewajiban lainnya, pasti dapat diberikan penjelasannya oleh Bank Mandiri pada saat klarifikasi, kecuali benar terjadi Rekayasa pada Laporan keuangan yang di publikasikan, sehingga Bank Mandiri tidak dapat melakukan klarifikasi, dan memilih untuk menutup diri.

Akibat dari adanya Rekayasa atas laporan Keuangan tersebut maka, Penghasilan Komperhensif tahun berjalan yang dilaporkan lebih kecil 2.4 triliun rupiah, dari Penghasilan Komperhensif yang seharusnya di laporkan, dan pada Laporan posisi Keuangan nilai Kewajiban & Ekuitas lebih besar dari nilai Aset.
Mengingat nilai penyimpangan yang terjadi pada Laporan Keuangan PT. Bank Mandiri (Pesero) Tbk, periode 2018 ini sangat besar, dan Direksi PT. Bank Mandiri (Pesero) Tbk  tertutup dalam memberikan penjelasan, maka Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) akan melaporkan kepada pihak berwajib, sehubungan dengan “Dugaan Rekaya atas Laporan Keuangan  PT. Bank Mandiri (Pesero) Tbk, Tahun Buku 2018 sebesar 19,5 Triliun Rupiah (Rp.19.529.146.000.000.-) dan  berharap agar  Media dapat melakukan Publik Investigasi terhadap Bank Mandiri, agar tidak terjadi  informasi liar yang dapat merugikan kredibilitas Bank Mandiri. TIM INVESTIGASI
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>