,
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
Jakarta, SuaraJournalist KPK | Visi, Misi, Program Nawacita Presiden  Joko Widodo dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang...
Jakarta-Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti baru dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh...
Jakarta, SuaraJournalist-KPK.ID | Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
25 September 2018 | Dibaca: 489 Kali
Dugaan AJB Bodong PPAT Slamet Musiyanto dan PT. Acteka Bakal Dipolisikan

Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan jual beli dan tugas PPAT harus melakukan ferivikasi data teknsi dan yuridis untuk memastikan kebenaran status tanah.
Yang terjadi di Kantor PPAT Slamet Musiyanto yang beralamat di Jalan Plumpang Semper No. 3A Kota Admnistrasi Jakarta Utara telah dilakukan Akta Jual Beli No. 739/2012 pada tanggal 24 September 2012 antara Karsya Darma Putra dengan PT. Acteka anak perusahaan PT. Pelayaran Tempuran Emas (Temas).

Ketika dikonfirmasi di Kantor PPAT Slamet Musiyanto melalui asisten Adi Santo bahwa Akta Jual Beli Tersebut tidak terdaftar dalam buku register PPAT Notaris. Namun Surat Klarifikasi Kepala Kantor Pertanahan Kota Adminsitrasi Jakarta Utara menerangkan bahwa Akta Jual Beli No.739 / 2012 benar dilakukan di Kantor PPAT Slamet Musiyanto.

Atas dasar Akta Jual Beli inilah yang dijadikan dasar PT. Acteka anak cabang PT. Pelayaran Tempuran Emas (Temas) untuk memohon untuk ditebitkan Hak Guna Bangunan ke Kantor Pertanahan dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Surat Keputusan tanggal 7 September 2012 tentang Hak Guna Bangunan No. 3116 / Kebon Bawang atas nama PT. Acteka seluas 9.130 M2 yang terletak di Jalan Yos Sudarso No. 35 Kelurahan Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok Kota Administrasi Jakarta Utara.

Tanah yang terletak di Jalan Yos Sudarso No. 35 seluas kurang lebih 9.700 M2 Kelurahan Kebon bawang Kecamatan Tanjung Priok Kota Administrasi Jakarta Utara adalah Milik Aziz Unulula telah terdaftar di Kantor Pertanahan Kota Admnistrasi Jakarta Utara sesuai Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) No. 313/PT/JU/1993 tanggal 31 Maret 1993 merupakan tanah ex eigendom verponding  No. 6334 yang diserahkan Ratoe Wolendari De Groot dari pemegang hak bawah tanah Ke Aziz Unulula pada tanggal 5 Marey 1988 yang tercatat di Notaris Mifijanti Budirahardjo,SH No.1514/1998. Diperkuat dengan Surat SPPT PBB tahun 1993 sampai 2004 atas nama Aziz Unulula SH dan Surat Keterangan Kelurahan Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok No.13/1.711 tanggal 6 Desember 2003.

Oleh karena Aziz Unulula belum membayar pajak, maka tanah tersebut disita oleh kantor pajak bumi dan bangunan kemudian diserahkan ke pejabat lelang pada kantor pelayanan piutang dan lelang negara dan telah dilakukan lelang dimuka umum yang dimenangkan oleh PT. Bosowa Berlian Motor dengan nilai tujuh milyar. Pada tanggal 16 Juni 2008 telah dibuat perjanjian damai antara Aziz Unulula SH, Pihak PT. Bosowa Berlian Motor dan Michael Hariman dihadapan Notaris David ditentukan dan ditetapkan kewajiban yang harus diselesaikan oleh Aziz Unulula SH kepada PT Bosowa Berlian Motor sebesar lima belas milyar dan kepada Michael Hariman sebesar enam milyar.

Pada tanggal 30 Juni 2009 Aziz Unulula meninggal dunia, pengurusan beralih ke ahli waris dan Ahli waris tanah Alm Aziz Unulula yang terletak di Jalan Yos Sudarso No. 35 Kelurahan Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok telah memberikan Kuasa kepada Prof. Dr. Drs. RS Seto Sunarto SH. MH. MM. PhD, Budi Susanto , Nurchalis Patty dan Teguh Riyono. Atas dasar kuasa, secara kelembagaan kami sudah menyampaikan surat resmi meminta klarifikasi terkait dasar kepemilikan tanah yang dimilik PT. Acteka anak perusahaan PT. Temas yang sampai sekarang belum ada tanggapan dan PPAT Slamet Musiyanto memberikan Surat Keterangan No. 89/PPAT/SM/VIII/2018 tanggal 03 Agustus 2018 untuk meminta fotokopi AJB dan pendukung lainnya. Menurut Nurchalis Patty Kuasa Ahli Waris Tanah Alm Aziz Unulula bahwa PT. Acteka dan PPAT Slamet Musiyanto diduga kuat melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen dan kami akan laporkan secara resmi ke Polres Jakarta Utara untuk diproses sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>