,
BALI - Seorang warga (39) yang juga kelahiran Jakarta ini, kebingungan hingga pusing tujuh keliling lantaran akses jalan menuju rumahnya ditutup oleh...
Jakarta- Notaris Ngadino memutuskan akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang sebagai bakal calon Walikota periode...
BALI - Kasus dugaan pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh seorang terapis pijat asal Buleleng, Bali bernama Ni Luh Putu Sudiarmi di...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
Jakarta, Suara Journalist KPK Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Tak tanggung-tanggung,...
29 Maret 2024 | Dibaca: 318 Kali
Pernah Ditangkap Polisi Karena Gelapkan Uang 1,5 M, Notaris Ini Berniat Maju Di Pilkada Tangerang

Jakarta- Notaris Ngadino memutuskan akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang sebagai bakal calon Walikota periode 2024-2029.

Berikut ulasan Ngadino yang dikutip dari berbagai sumber.

Ngadino merupakan seorang Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) atau Notaris yang berkantor di Perumahan Permata Tangerang, Ruko Ametis Blok BD2 No.19, Gelam Jaya, Pasar Kemis, Kuta Baru, Kec. Ps. Kemis, Kabupaten Tangerang.

Dalam perjalanan karirnya sebagai Notaris, Ngadino kerap kali dilaporkan ke pihak berwajib lantaran diduga melakukan Penipuan dan Penggelapan.

Terbukti, pada Tahun 2016, dikutip dari Detik.com, Ngadino ditangkap Polda Metro Jaya karena diduga menggelapkan uang Rp. 1,5 miliar terhadap kliennya.

"Tersangka melakukan penipuan dan penggelapan dana milik korban yang diserahkan kepada tersangka selaku notaris untuk mengurus AJB (Akta Jual Beli)," ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto, Jumat (29/1/2016).

Ngadino membenarkan perihal dirinya pernah ditahan di Polda Metro Jaya atas perlakuannya terhadap kliennya tersebut.

"Betul, Udah beres itu, udah lama itu" katanya saat dihubungi, Senin (28/3/22).

Lima tahun kemudian, Ngadino kembali dilaporkan ke Polda Jawa barat pada 16 Desember 2021 karena diduga terjerat kasus penipuan dan penggelapan ratusan juta milik kliennya.

Iskandar Halim selaku Kuasa Hukum PT Tri Berkat Anugrah (korban), mengatakan saksi-saksi dan bukti-bukti sudah dilengkapi oleh penyidik Polda Jabar maka tinggal menetapkan tersangka saja dan melakukan penangkapan dan penahanan.

“Kami juga telah melaporkan Ngadino ke Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan ke Menteri ATR/BPN agar Notaris Ngadino dilakukan pemeriksaan,” Jumat (8/9/2022) ungkap Iskandar.

Lalu Ngadino kembali dilaporkan ke pihak berwajib di Polres Metro Jakarta Barat pada 29 Maret 2022 karena kasus yang sama yakni diduga menggelapkan uang ratusan juta milik kliennya.

Kuasa hukum Oki (korban), Jhon Saud Damanik mengatakan, pihaknya sudah bosan dengan janji-janji yang diberikan Ngadino kepada kliennya. Pasalnya, sudah satu setengah tahun tak kunjung menyelesaikan pekerjaannya, yakni peningkatan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) ke Sertifikat Hak Milik (SHM).

"Awalnya Dia (Ngadino), menjanjikan proses tersebut satu bulan, tapi sudah satu setengah tahun belum dikerjakan sama sekali, kan sudah tidak benar kalau seperti itu" katanya kepada wartawan saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Selasa (29/3/22).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Ngadino mengatakan dirinya masih belum bisa memenuhi panggilan dari Polres Metro Jakarta Barat. Padahal, dari informasi yang didapat awak media, Ngadino sudah dipanggil pada tanggal 24 Mei 2022.

"Belum, belum. Ini ada kerjaan dulu, bentar ya, bentar ya" ucap Ngadino singkat saat dihubungi, Jumat (3/6/22).

Selain menjadi Notaris, dirinya juga aktif pada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Pasalnya, dirinya sempat menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PBVSI Kota Tangerang.

Meskipun dirinya sudah tak menjabat sebagai Ketua Pengcab, saat ini Ngadino menjadi Penasehat dan Ketua Harian PBVSI Provinsi Banten.

Untuk informasi, Ngadino juga aktif dalam bidang kesenian, saat ini dirinya menjabat sebagai ketua Seniman Satu Jiwa (Sesaji) pusat, penasehat Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) Jakarta Barat, penasehat antar paguyuban sejabodetabek serta Ketua Sanggar Jampi Kangen.

"Sanggar Jampi Kangen ini didirikan sebagai wadah berkumpulnya seniman baik dari Jawa maupun daerah lainnya, tujuannya untuk mencari bibit seniman serta dalam rangka melestarikan dan mengedukasi seni budaya Indonesia kepada masyarakat khususnya generasi muda" kata Ngadino.

Terakhir, Ngadino menggelar santunan anak Yatim dan buka puasa bersama. Acara tersebut digelar pada hari Rabu (27/03/2024) di RM Pari Gogo Tangerang.

"Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan lancar tidak ada kekurangan suatu apapun tak kurang ada sekitar 50 orang anak Yatim-piatu dan kaum dhuafa yang kami santuni dalam acara ini" ujar Ngadino.

Pada kesempatan yang sama Ngadino yang juga  mensosialisasikan dirinya siap maju pada Pilwalkot Kota Tangerang periode 2024-2029. Sejauh ini dirinya mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa tokoh di Tangerang dan partai politik seperti partai Gerindra, Golkar dan Demokrat.

"Jadi, jika warga kota Tangerang mendukung saya siap untuk maju menjadi calon walikota Tangerang" tuturnya.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>