,
Terkait pernyataan publik yang disampaikan oleh Ketua investigasi Media SJ-KPK Evert Nunuhitu  tentang dugaan Rekayasa Laporan Keuangan PT.Bank...
Jakarta- suarajournalist-kpk.id- ​​​​Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN), Evert Nunuhitu Mengatakan bahwa diduga ...
Suara Journalist KPK. Jakarta | Dugaan kejahatan lingkungan yang telah dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Suryamas Cipta Perkasa,...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
19 Desember 2020 | Dibaca: 350 Kali
Diskusi Menggugah Arwah Membaca Industri Komedi Indonesia Dari Kitab Humor Arwah Setiawan

Komedi atau lawakan sudah ada sejak zaman dahulu. Esensi dari komedi itu sendiri adalah untuk menghibur membuat penikmatnya merasa terhibur sehingga memiliki perasaan senang. 

Arwah Setiawan adalah salah satu tokoh komedi humor di Indonesia. Ia telah menulis buku yang salah satunya berjudul "Humor itu serius" buku tersebut menjadi spesial untuk dibedah. Institut Humor Indonesia pada hari Sabtu tanggal (19/12/2020) membedah buku karya Arwah Setiawan yang berjudul "Humor itu Serius". 

Hadir sebagai pembicara dalam acara bedah buku yang digelar secara virtual melalui aplikasi zoommeting ini adalah Maman Suherman (duta literasi dan advisor IHK3), Dr. Maman Lesmana (Peneliti senior IHK3 dan akademisi), Darminto. M. Sudarmo (Pemikir Humor dan Co-Founder IHK3).

Dalam diskusi bedah buku tersebut Dr. Maman Lesmana menjelaskan bahwa Arwah Setiawan sudah banyak mempelajari dan menerapkan ilmu komunikasi dalam komedi dan humor.

Seni humor sangat penting dalam kehidupan sehari-hari agar hidup tidak tegang. Sebaiknya DPR harus punya seni humor agar tidak ribut terus ujarnya sambil berseloroh. 

Maman Suherman memiliki pandangan bahwa ILC adalah acara komedi juga hanya saja dalam konteks yang berbeda dimana komedi tersebut dibalut dengan nuansa yang berbeda dengan menghadirkan orang-orang yang bisa membuat suasana hidup. 

Menurut Dr. Maman Lesmana komedi itu sangat cair dimana-mana dan bisa masuk dimana saja. Setiap lawakan yang dihasilkan oleh Arwah Setiawan memiliki mutu yang sangat baik karena disetiap lawakan, humor dan buku yang dibuat oleh Arwah Setiawan selalu menerapkan 6 fungsi humor. 

Humor dapat menjadi pembangkit kapasitas intelektual audience, pembangkit realitas mental  yang mampu bekerja secara adaptif menyelesaikan masalah komunikasi. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa humor, komedi atau lawakan hanya bisa ditangkap ceritanya oleh orang yang cerdas. 


Maman Suherman dalam diskusi tersebut juga menyampaikan bahwa Sense of humor berkaitan dengan  kreativitas. Jadi humor bisa jadi metode penyampaian kritik yg lebih bisa diterima.

Humor alatnya adalah logika dan pengetahuan. maka pakar ilmu logika dan pengetahuan sangat dibutuhkan untuk pelatihan humor. Humor bersifat universal di Indonesia dan berkaitan dengan kaidah sosial budaya.

Tetapi etnik humor di Indonesia dan di luar negeri berbeda. Sebagai penutup Maman Suherman mengajak jika kita ingin mengkritik pemerintah bisa menggunakan kritik gaya pantun karena baru-baru ini UNESCO telah mengakui budaya pantun sebagi warisan budaya Indonesia dan kita harus bangga akan hal itu. Dan para pembicara di akhir acara setuju dan mendaulat Arwah Setiawan sebagai Bapak Komedi Indonesia.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>