,
Sungguh tragis Rekayasa Laporan keuangan yang terjadi pada BUMN dan  perusahaan terbuka (Tbk) yang listed dibursa saham seperti pada  PT....
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
17 Januari 2018 | Dibaca: 915 Kali
Pegiat Wisata Semarang Dukung Pengembangan Sentra Kuliner Ikan Manyung

Penual Ikan Manyung

Komunitas Pegiat Wisata Kota Semarang mendukung ide Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk merubah kawasan Bandarhajo menjadi sentra kuliner dengan menu utama mangut kepala ikan manyung.

SEMARANG – Komunitas Pegiat Wisata Kota Semarang mendukung ide Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk merubah kawasan Bandarhajo menjadi sentra kuliner dengan menu utama mangut kepala ikan manyung. Kebijakan ini dipastikan akan semakin dapat menambah daya kunjung wisatawan ke Semarang.

Hal itu disampaikan Koordinator Pegiat Wisata Kota Semarang, Nur Wakhid. Menurut dia, sentra kuliner ikan manyung dapat menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik.
“Terlebih, mangut kepala ikan manyung ini hanya dapat ditemui di Semarang. Semakin akan memperkaya khasanah kuliner, tentunya juga akan memiliki multiflyer effect dimana masyarakat sekitar dapat terberdayakan,” kata dia, Senin (15/1).

Selain dapat menambah destinasi wisata di Kota Semarang, dibukanya sentra kuliner Ikan Manyung ini dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Warga sekitar dapat ikut memanfaatkannya untuk menambah pendapatan keluarga. Secara sosial ekomonis, taraf hidup warga tentunya diharapkan juga akan meningkat,” terangnya.

Selain itu, lokasi Bandar Harjo lanjut dia juga akan semakin tertata dengan adanya rencan itu. Sebab selama ini, kawasan ini dikenal sebagai kawasan yang kurang rapi, terkesan kumuh serta dikenal rawan kriminalitas.
“Tanggungjawab Pemkot untuk mewujudkan sentra kuliner mangut, tentunya harus diimbangi dengan membangun kesadaran warga sekitar untuk mensukseskan kehadiran destinasi wisata baru bidang kuliner ini,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur jalan, serta titik sentra menikmati masakan ini, juga harus disiapkan. Bersyukur jika lokasinya nanti berada di spot yang sangat menarik seperti di pinggir pantai ataupun lokasi lainnya yang mengundang wisawatan untuk penasaran lalu datang membuktikan.

Lebih dari itu, Pemkot juga harus mampu merubah kawasan kumuh termasuk pola pengolahan manyung, cara memasak hingga lokasi, menjadi lebih baik. Jangan sampai ide luar biasa Walikota Semarang ini menjadi blunder karena justru wisatawan mendapati sentra pengolahan ikan manyung yang kotor, kumuh dan tidak higienis.
“Karenanya ada baiknya, sebelum ide sentra kuliner terwujud, warga perajin dan pengolah ikan mangut, sudah harus mendapat sosialisasi dan pelatihan bagaimana mengolah bahan makanan ini menjadi sehat, higienis dan layak jual ke wisatawan,” tambah dia.

Tak bisa dipungkiri, Semarang membutuhkan semakin banyak destinasi wisata baik obyek, atraksi seni budaya hingga sentra kuliner untuk dapat terus menarik minat wisawatan berkunjung ke kota kita tercinta ini.
“Semarang punya potensi besar, tinggal bagaimana mewujudkan potensi itu menjadi kenyataan,” pungkasnya. (andika prabowo)

Berita Lainnya
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>