,
Jakarta, Suara Journalist KPK | Pengaduan dugaan tindak pidana  keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh Sekda selaku Atasan PPID...
Papua, SuaraJournalist-KPK | Menjelang 18 Tahun Otsus diberlakukan di Provinsi Papua, tidak efesien untuk mengatasi atau mengurangi berbagai...
Jakarta, Suara Journalist KPK - Sesuai prosedur sebelum dilakukan jual beli tanah PPAT menerangkan langkah - langkah dan persyaratan yang diperlukan...
BIAK koransuarajournalist-kpk.id  komunitas masyarakat adat papua anti korupsi kampak papua ketika diwawancarai pada hari senin tanggal 07...
Biak, Suara Journalist KPK Kasus korupsi yang sekarang sedang mencuat di Kabupaten Biak Numfor hingga kini belum bisa diselesaikan oleh penegak...
Suarajournalist-kpk.id-Jakarta-Maraknya prilaku corrupt di tataran pejabat pemerintah semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan Slogan Revolusi...
17 Januari 2018 | Dibaca: 332 Kali
Pegiat Wisata Semarang Dukung Pengembangan Sentra Kuliner Ikan Manyung

Penual Ikan Manyung

Komunitas Pegiat Wisata Kota Semarang mendukung ide Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk merubah kawasan Bandarhajo menjadi sentra kuliner dengan menu utama mangut kepala ikan manyung.

SEMARANG – Komunitas Pegiat Wisata Kota Semarang mendukung ide Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk merubah kawasan Bandarhajo menjadi sentra kuliner dengan menu utama mangut kepala ikan manyung. Kebijakan ini dipastikan akan semakin dapat menambah daya kunjung wisatawan ke Semarang.

Hal itu disampaikan Koordinator Pegiat Wisata Kota Semarang, Nur Wakhid. Menurut dia, sentra kuliner ikan manyung dapat menjadi destinasi wisata kuliner yang menarik.
“Terlebih, mangut kepala ikan manyung ini hanya dapat ditemui di Semarang. Semakin akan memperkaya khasanah kuliner, tentunya juga akan memiliki multiflyer effect dimana masyarakat sekitar dapat terberdayakan,” kata dia, Senin (15/1).

Selain dapat menambah destinasi wisata di Kota Semarang, dibukanya sentra kuliner Ikan Manyung ini dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Warga sekitar dapat ikut memanfaatkannya untuk menambah pendapatan keluarga. Secara sosial ekomonis, taraf hidup warga tentunya diharapkan juga akan meningkat,” terangnya.

Selain itu, lokasi Bandar Harjo lanjut dia juga akan semakin tertata dengan adanya rencan itu. Sebab selama ini, kawasan ini dikenal sebagai kawasan yang kurang rapi, terkesan kumuh serta dikenal rawan kriminalitas.
“Tanggungjawab Pemkot untuk mewujudkan sentra kuliner mangut, tentunya harus diimbangi dengan membangun kesadaran warga sekitar untuk mensukseskan kehadiran destinasi wisata baru bidang kuliner ini,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur jalan, serta titik sentra menikmati masakan ini, juga harus disiapkan. Bersyukur jika lokasinya nanti berada di spot yang sangat menarik seperti di pinggir pantai ataupun lokasi lainnya yang mengundang wisawatan untuk penasaran lalu datang membuktikan.

Lebih dari itu, Pemkot juga harus mampu merubah kawasan kumuh termasuk pola pengolahan manyung, cara memasak hingga lokasi, menjadi lebih baik. Jangan sampai ide luar biasa Walikota Semarang ini menjadi blunder karena justru wisatawan mendapati sentra pengolahan ikan manyung yang kotor, kumuh dan tidak higienis.
“Karenanya ada baiknya, sebelum ide sentra kuliner terwujud, warga perajin dan pengolah ikan mangut, sudah harus mendapat sosialisasi dan pelatihan bagaimana mengolah bahan makanan ini menjadi sehat, higienis dan layak jual ke wisatawan,” tambah dia.

Tak bisa dipungkiri, Semarang membutuhkan semakin banyak destinasi wisata baik obyek, atraksi seni budaya hingga sentra kuliner untuk dapat terus menarik minat wisawatan berkunjung ke kota kita tercinta ini.
“Semarang punya potensi besar, tinggal bagaimana mewujudkan potensi itu menjadi kenyataan,” pungkasnya. (andika prabowo)

Berita Lainnya
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>