17 Agustus 2026 | Dibaca: 7 Kali
Jelang HUT Kemerdekaan RI, PLN Berhasil Pulihkan Sebagian Besar Kelistrikan Flores Pascabencana

Labuan Bajo, Suara Journaist KPK. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sebagian besar sistem kelistrikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi berkekuatan M7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) pagi. Setelah seluruh 11 Gardu Induk (GI) terdampak berhasil dipulihkan dan pasokan utama dalam kondisi normal, PLN melanjutkan pemulihan jaringan distribusi hingga ke titik pelanggan yang masih terdampak di sejumlah lokasi.
Hingga Minggu (16/8) malam, sebagian besar jaringan distribusi telah kembali beroperasi. Namun, masih terdapat 29 desa dari total 1.557 desa yang belum dapat dipulihkan karena kondisi akses yang terbatas, serta beberapa lokasi yang masih terisolir akibat dampak gempa dan longsor.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN terus mengerahkan personel, material, dan peralatan untuk mempercepat pemulihan hingga ke seluruh pelanggan.
“Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali dalam kondisi normal. Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali sampai ke masyarakat di seluruh titik yang masih terdampak. Tim PLN terus bekerja memperbaiki dan mengganti infrastruktur jaringan yang rusak, termasuk tiang dan jaringan distribusi,” ujar Darmawan.
Darmawan menjelaskan, tantangan pemulihan saat ini adalah perbaikan jaringan distribusi yang berada dekat dengan pelanggan yang masih terkendala akses yang tertutup.
“Masih ada beberapa dusun dan titik pelanggan yang sedang kami upayakan untuk dinormalkan kembali. Beberapa di antaranya terkendala akses karena kondisi pascabencana dan ada yang masih terisolir. Kami terus mencari akses terbaik agar tim dapat segera masuk dan melakukan perbaikan,” kata Darmawan.
Menurut Darmawan, PLN tidak hanya mengejar kecepatan pemulihan, tetapi juga memastikan setiap jaringan yang akan dinormalkan telah memenuhi aspek keselamatan ketenagalistrikan.
“Dalam kondisi seperti ini, kami harus bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengabaikan keselamatan. Setiap jaringan yang akan dinyalakan harus dipastikan terlebih dahulu aman, baik bagi masyarakat maupun petugas. Karena itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan,” tutur Darmawan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan, personel PLN masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan asesmen, perbaikan, dan penormalan jaringan.
“Tim kami masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan beberapa titik yang belum menyala. Ada lokasi yang infrastrukturnya mengalami kerusakan dan membutuhkan penggantian, ada pula wilayah yang aksesnya masih sulit. Kami terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan di lapangan,” ujar Eko.
Eko menambahkan, PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan pihak terkait untuk membantu membuka akses menuju wilayah yang masih terisolir serta mempercepat proses pemulihan.
“Dukungan dan koordinasi dengan seluruh pihak sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terdampak. Kami akan terus mengawal proses ini sampai seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik,” kata Eko.
PLN juga terus menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan maupun gangguan lanjutan yang dapat memengaruhi jaringan kelistrikan.
“Pemulihan terus kami lakukan hingga seluruh masyarakat kembali mendapatkan listrik. Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat apabila di beberapa lokasi prosesnya membutuhkan waktu karena kondisi akses dan kerusakan infrastruktur. Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan,” pungkas Eko.