Papua, Suara Journalist-KPK.ID - Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten tertua yang ada di provinsih Irian Jaya yang sekarang di ruba menjadi Provinsi Papua. Hut 100 Tahun pemerintahan Biak Numfor pada hari ini tanggal 17 Juni 2018, Selama 100 tahun kabupaten Biak Numfor berjalan bersama Negara kesatuan Republik Indonesia baru pertama kali seorang PLT Bupati Herry Ario Naap S.Si., M.Pd melakukan kegiatan Hut 100 Tahun Biak Numfor Dengan Berbagai Kegiatan di antaranya adalah Jalan bersama yang di iringi oleh Tarian Wor dan Suling Bambu yang di mulai dari Kantor Bupati Biak Numfor menuju lampu Merah Mandiri, adapun kegiatan yang di lakukan di perapatan lampu merah mandiri adalah kegiatan peletakan Batu pertama pembangunan Tunggu Hut 100 Tahun kabupaten Biak Numfor.
Peletakan batu pertama tugu 100 tahun pemerintahan di kabupaten Biak Numfor yang tinggi tugunya 26 meter dan seperti apa yang di jelaskan oleh budayawan kita, oleh para mananwir ( kepala suku ) dan dan fun Kawasa ( Masyarakat Biak ) yang ada di biak Bahwa peletakan batu pertama tugu ini dibawah dari empat penjuru mata angin yang ada baik dari timur, barat, selatan, dan utara, menandakan bahwa pemerintahan kabupaten biak Numfor di usia yang ke 100 tahun ini tidak ada lagi perbedaan di antara kita, kita musti menjadi satu Timur, Barat, Utara dan selatan untuk kembalikan kejayaan negeri para Manbri ini dan mewujutkan Byak bangkit Mandiri sejahtera untuk sebuah Perubahan yang di tegaskan oleh PLT Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap S.Si. M.Pd
Peletakan Batu Kedua di ikuti oleh Ketua DPRD Biak Numfor, kemudian peletakan Batu Ketiga oleh Perwakilan pemerintah Supiori dalam hal ini Asisten III Supiori, peletakan Batu yang ke Empat oleh Dandim Biak Numfor, kemudian peletakan Batu yang ke Lima oleh Kapolres Biak Numfor, di lanjutkan peletakan batu yang ke enam oleh Sekretaris Daerah Biak Numfor, serta di lanjutkan dengan peletakan batu yang ke tujuh oleh Mananwir Bar Swapor dan peletakan batu yang ke delapan oleh Ibu Naomi Rumkabu mewakili seluruh Perempuan Byak, serta Peletakan Batu yang ke sembilan oleh tokoh kerukunan nusantara, dan peletakan batu yang ke sepuluh oleh Departemen Negara, dan peletakan batu yang ke sebelas oleh pengusaha papua yang mewakili semua pengusaha yang ada di papua terlebih kusus yang ada di biak Numfor, Serta peletakan Batu yang terakhir atau yang ke dua belas oleh Tokoh Pemuda yang di wakili oleh Yohanis Aeir, Itu Kedua Belas Orang yang Meletakan Batu Pertama Pada pembangunan tugu 100 tahun pemerintahan Biak Numfor yang di lakukana pada lokasi Perapatan Lampu merah mandiri.
Kemudian di tegaskan lagi oleh Tokoh Adat Byak Mika Ronsumbre bahwa peletakan batu tugu pertama 100 tahun pemerintahan kabupaten biak Numfor ini di ambil dari Empat Penjuru yaitu ( wamurem, wambarek, wambrur dan wammires) Timur, Barat, selatan dan Utara yang artinya alam ini di perintah oleh empat raja, raja timur, raja barat, raja utara dan raja selatan yang di sebut konon dalam bahasa biak adalah raja.dan raja timur itu adalah raja koordinatornya yang di sebut wamurem jadi dasar peletakan Batu pada tugu 100 tahun kabupaten biak Numfor adalah supra Natural dari alam yang ada di Byak.
Setelah melakukan peletakan batu pertama diperapatan lampu merah mandiri kemudian semuanya di arakan ke lapangan Cenderawasih dengan berjalan kaki dan di iringi dengan Group Dram Band dari SMA Negeri 1 Biak Kota setelah sampai pada lapangan cenderawasih semua SKPD dan Masyarakat Byak yang Hadir semua di arakan untuk mengikuti ibadah bersama yang di pimpin langsung oleh ketua Klasis Biak Selatan Pendeta Syors Korwa S.Th dan belian Mengambil pembacaan Firman pada Kitab Mazmur 90 : 12 dengan Thema : " Mengucap Syukur dengan Hati yang Bijaksana "
Acara selanjutnya setelah ibadah bersama di isi dengan tari tarian dan juga musik bambu dari sanggar - Sanggar tari yang ada di kabupaten biak Numfor kemudian di lanjutkan dengan Acara Ulang tahun pemotongan Kue Ulang Tahun Oleh PLT Bupati Biak Numfor dan Semua SKPD dan Masyarakat yang Hadir hari ini kemudian acara yospan bersama masyarakat. (Agus rpn).