27 Juli 2019 | Dibaca: 1708 Kali
KWRI Kalbar Bentuk Tim Investigasi DAK
Agar Duit Pendidikan Tidak Dicolong

Pontianak SJKPK: Lembaga yang dikomandoi Budi Gautama ini rencananya akan melakukan monitoring sekaligus pengecekan bangunan sekolah penerima DAK se Kalimantan Barat.
" Jadi sekolah yang mendapatkan jatah DAK bakal kita temui untuk konfirmasi terkait besaran nilai yang diterima oleh sekolahan tersebut pada tahun anggaran 2019, " ungkap Sekretaris DPD KWRI Kalbar diruang kerjanya.
Budi, yang puas makan asam dan Indomie di dunia investigasi ini, mengatakan bahwa pembentukan tim monitoring DAK pendidikan merupakan program tahunan organisasi dalam membuka setiap fakta dibalik retorika, terutama terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan fulus pusat.
" Monitoring itu sudah berjalan sejak tanggal 15 Juni 2019 kemarin hingga selesai Bulan Nopember mendatang, " jelasnya seraya menunjukan Daftar sekolah penerima Duit alokasi khusus.
Supaya tidak berurusan dengan hukum, Budi berharap agar semua sekolah benar benar mengelola uang tersebut untuk kepentingan sekolah bukan pribadi.
" Saya menginginkan pengelolaannya tepat sasaran sehingga tidak terjadi penyalahgunaan, baik oleh penerima maupun pihak luar yang ingin mencari keuntungan dari Rupiah DAK, " terangnya sambil menarik rokok LA BOLD milik temannya sanggar Pram yang sisa sebatang.
Tim ini, tambahnya akan selalu berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, khususnya soal penindakan secara tegas termasuk sanksi sesuai aturan yang berlaku.