,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
23 April 2026 | Dibaca: 13 Kali
Lewat HDDAP, KH. Imam Hasyim Targetkan Pertanian Sumenep Lebih Modern dan Berdaya Saing

Wabup Kab. Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH. MH

Sumenep Suara Journalist KPK. Pemerintah Kabupaten Sumenep tancap gas menggenjot transformasi sektor pertanian melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

Program ini disiapkan sebagai “senjata baru” untuk mengoptimalkan lahan kering sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H., menegaskan HDDAP bukan sekadar program biasa. Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab tantangan pertanian di tengah keterbatasan sumber daya alam, khususnya air.

“HDDAP punya peran strategis dalam mendorong pengembangan hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Wabup KH. Imam Hasyim saat Rapat Koordinasi di Kantor Bupati, Kamis (16/4/2026).

[23/4 11.55] Faisal ER: Program ini mengusung pendekatan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga penguatan rantai nilai produk hortikultura.

Tak tanggung-tanggung, Sumenep masuk dalam daftar 13 kabupaten di Indonesia yang mendapat program ini. Tiga komoditas utama pun langsung dibidik, yakni pisang, bawang merah, dan cabai.

Pemetaan wilayahnya pun sudah jelas.

“Pisang dikembangkan di Kecamatan Batuputih. Cabai difokuskan di Ambunten dan Rubaru. Sementara bawang merah digarap di Guluk-Guluk dan Pasongsongan,” jelasnya.

[23/4 11.56] Faisal ER: Dari sisi luasan, pengembangan mulai menunjukkan progres. Komoditas pisang di Batuputih terbagi dalam dua klaster dengan luas 32,53 hektare.

Bawang merah di Guluk-Guluk mencapai 49,77 hektare dalam empat klaster, sedangkan di Pasongsongan mencapai 53,94 hektare dengan tujuh klaster.

Untuk cabai rawit, dua klaster di Ambunten mencakup 62,87 hektare. Sementara di Rubaru, pengembangan jauh lebih masif dengan 16 klaster yang terus didorong menjadi sentra produksi.

KH. Imam Hasyim menegaskan, target program ini bukan sekadar menaikkan produksi. Lebih dari itu, HDDAP diharapkan mampu mengubah wajah pertanian Sumenep menjadi lebih modern dan berorientasi pasar.

“Kami ingin petani bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian modern, produktif, dan punya daya saing,” tegasnya.

Lebih lanjut orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program tidak berhenti di tataran konsep.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Petani harus menjadi subjek utama agar keberlanjutan program benar-benar terjaga,” pungkas KH. Imam Hasyim. (MOH. SIRAT)
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>