18 April 2018 | Dibaca: 1550 Kali
Pemeliharaan Halte Dinilai Tak Maksimal, Formasi : ada indikasi dugaan penyelewengan anggaran
Salahsatu halte Transpatriot yang sedang dilakukan renovasi.
SuaraJournalist-KPK.ID | Bekasi Timur – Ketua Forum Remaja dan Mahasiswa Bekasi (Formasi), Jimmy Abarua mengkritisi pelaksanaan pemeliharan atau perawatan halte Transpatriot, lantaran tidak sesuai seperti yang diatur oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2015 dan Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.
Jimmy mengatakan, belanja pemeliharan atau perawatan pada 19 titik halte Transpatriot yang dilakukan oleh rekanan Dinas Perhubungan Kota Bekasi tersebut diduga asal-asalan.
“Pengerjaan perawatannya itu tidak sesuai dengan standarisasi. Cenderung ini ada indikasi dugaan penyelewengan anggaran, meski itu dilakukan pengadaan langsung,” ungkapnya, Rabu (18/4/2018).
Selain itu, lanjutnya, pengadaan langsung pemeliharaan atau perawatan halte transpatriot itu tidak dilakukan pengawasan oleh pihak Dishub Kota Bekasi.
“Kita sudah cek dibeberapa halte, benar dilakukan perawatan, cuma cat yang dipakai tidak sesuai standar, selain itu hanya ada 1 pekerja dan tidak dilakukan pengawasan oleh Dishub,” ujarnya.
Menurut Jimmy, pengadaan langsung proyek pemeliharaan atau perawatan halte Transpatriot tersebut tidak sebading dengan nilai kontraknya, yakni sekitar 100 Juta rupiah.
“Dengan kualitas pekerjaan seperti itu, kami menduga adanya indikasi gratifikasi yang dilakukan oleh rekanan agar mendapatkan pekerjaan dengan nilai kegiataan sebesar itu,” pungkasnya.
Sementara itu, dirinya mengaku telah menyerahkan temuannya itu kepada pihak yang berwenang untuk menindak jika memang ditemukan oknum nakal dibalik proyek tersebut.
“Hal ini akan terus ditindaklanjuti dan serahkan kepada pihak yang berwenang, atas temuan kami,” tutup Jimmy menambahkan.(af)