23 April 2026 | Dibaca: 12 Kali
RSUD Sumenep Buka Rekrutmen Pegawai BLUD Non ASN 2026 Tanpa Biaya, Direktur Imbau Waspadai Modus Penipuan
Direktur RSUD. Moh. Anwar Kab. Sumenep. dr. Hj. Erliyati M.Kes
Sumenep Suara Journalist KPK. RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep resmi membuka penerimaan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non-Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk formasi tahun 2026. Rekrutmen ini menjadi peluang bagi tenaga profesional untuk bergabung dan berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan di ujung timur pulau Garam Madura.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati menegaskan, bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Pendaftaran dibuka mulai 13 hingga 16 April 2026.
Adapun formasi yang dibutuhkan cukup beragam, meliputi tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga tenaga pendukung. Di antaranya adalah Dokter Umum, Perawat, Apoteker, Asisten Apoteker, Radiografer, Elektro Medis, Bank Darah RS, Fisikawan Medis, Fisioterapi, Programmer, SKM, Perekam Medis, Sarjana Administrasi Rumah Sakit dan Analis Teknik Laboratorium Medis (ATLM).
Khusus bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih aktif hingga 31 Desember 2026. Pelamar juga diminta melampirkan foto terbaru ukuran 3×4 dengan latar belakang merah.
“Pendaftaran dan proses seleksi tidak dipungut biaya dan RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep tidak bertanggung jawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum yang mengatasnamakan RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep atau panitia,” tegas Direktur dr Erliyati, Kamis (9/4/2026).
Untuk itu Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pihak rumah sakit maupun panitia rekrutmen.
Rekrutmen ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan serta memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit pelat merah milik kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sumenep terutama dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. (MOH. SIRAT)