,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
09 Agustus 2021 | Dibaca: 1753 Kali
Sergius Rumkorem Dibunuh, Keluarga Korban Tuntut Adat Dan Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Johan rumkorem adalah salah satu aktifis anti korupsi di tanah papua yang gencar membongkar kejahatan korupsi di papua kini geram melihat kondisi adik kandungnya dibunuh seperti binatang. 

Johan menjelaskan,  saya mantan karyawan freeport yang bekerja di freeport selama 19 tahun, saya datang ke timika sejak tahun 1996 ketika itu mantan bupatinya titus poterayauw, jadi saya paham betul seluk beluk freeport dan kota timika yang disubut kota dollar itu. Sekejen Lsm kampak papua yang  adik kandung dari korban meminta dengan tegas kepada pihak aparat pengegak hukum agar pelaku pembunuhan terhadap adik saya diproses seberat-berat bahkan seumur hidup. 

Jangan seenaknya saja adik kandung kalian cabut nyawanya tanpa seijin Tuhan. Adik saya sudah dibunuh seperti bintang lalu  kalian seenaknya saja hidup berfoya-foya dengan keluarga kalian, seandainya saja kami berada di timika pasti ceritanya beda kami juga akan melakukan perlawanan atas pembunuhan yang terjadi atas adik saya, tegas johan. 

Kami pada prinsipnya  mendukung pihak polres timika usut tuntas perbuatan biadap ini. Saya meminta dengan tegas kasus pembunuhan tersebut dihukum seumur hidup harus dihukum seumur hidup. 

Alumni  dari Trisakti  ini menambahkan, saya sudah duduk bersama tua-tua adat di Biak untuk kami berangkat ke Timika, kami akan berangkat ke timika menyelsaikan kasus ini bersama pihak-pihak terkait, kami anak adat yang punya nilai-nilai adat di atas negeri ini, kami tidak mau dilecehakn diatas kami punya negeri, saya bilang tidak dan tidak, kami akan datang dan duduk bicara secara adat, kami sudah tau identitas pelaku dari oknum suku mana, tandasnya. 

Johan kesal dengan perbuatan biadap ini, kami minta supaya pelaku-pelaku itu dihukum seumur hidup. Dan kami minta keluarga pelaku harus bertanggung jawab, Saya tau persis prilaku adik saya, sangat beda jauh sekali dengan kami, saya selalu didik adik saya supaya hindari yang namanya Miras di Timika,  dan alhlamrum benar-benar bukan seorang pemabuk dan perokok, kegiatan setiap harinya selalu bermain futsal dan bola kaki, coba tanya saja teman-temannya, mereka yang sangat tahu karakternya, dengan nada marah. 

Kalian sudah bunuh adik saya, rasa amarah tidak akan hilang hilang sampai kapan pun, dan siapapun ya melakukan perjudian di timika sampai merampok uang negara kami akan sikat, tandasnya.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>