06 Agustus 2026 | Dibaca: 1082 Kali
Terkait Kartu Biak Pintar, Kampak Papua Audiens Bersama Kadispendikbud Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd." Kami Melanjutkan Program KBP, Bupati Ingin mewujudkan Biak Cerdas".

Biak, Suara Journalist KPK. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd menjelaskan bahwa program Kartu Biak Pintar ini merupakan implementasi dari visi Bupati Biak Numfor untuk mewujudkan Biak Cerdas. Program ini menargetkan bantuan biaya personal siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK, serupa dengan program Indonesia Pintar, Kamis (6/8).
Dikatakan pula, Dana yang di alokasikan untuk kegiatan Kartu Biak Pintar bersumber dari dana Otsus, pada tahun anggaran 2026 dana yang dialokasi untuk kegiatan Otsus sebesar Rp 30 milyard, kita alokasi Rp 5 milyard untuk Kartu Biak Pintar, jadi dana tersebut untuk membeli baju, buku, sepatu, atau biaya transportasi ke sekolah. Inilah yang kita sentuh dengan memberikan sejumlah anggaran kepada semua siswa," ujar Kadispendikbud.
Ia menambahkan, Program Kartu Biak Pintar sudah berjalan 5 tahun, ini program yang sudah di laksanakan oleh pemerintahan yang lama, tetapi dilanjutkan lagi karena Visi yang sama, dan ini salah satu program unggulan dari Bupati yang sekarang, karena pemerintahan sekarang benar-benar berkomitmen untuk mewujudkan Biak Cerdas melalui Kartu Biak Pintar, tuturnya.
Disampaikan lagi, Penyaluran dana akan dilakukan melalui Bank Papua yang telah menjalin kerjasama (MOU) dengan Pemkab Biak Numfor.
"Kami meminta Bank Papua menjadi penyalur dari program ini. Bank Papua nanti akan menyalurkan ke siswa-siswa yang sudah ditetapkan oleh Kepala Sekolah. Kami berharap, penerima bantuan ini adalah siswa-siswa yang tidak mampu, sehingga program ini benar-benar menyentuh anak-anak yang membutuhkan," ucap Kadis.
Kadispendikbu juga menekankan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk menurunkan angka putus sekolah (ATS) di Kabupaten Biak Numfor. "Salah satu isu pendidikan yang mengemuka di Papua adalah anak yang tidak sekolah. Kami ingin ATS kita rendah, makanya kita kemudian menyalurkan Kartu Biak Cerdas ini agar semua anak mendapat hak sekolah," ucapnya.
"Ini juga sekaligus edukasi keuangan kepada siswa kita. Mereka nanti punya rekening, punya kartu sendiri dan itu jadi tabungan buat mereka. Jadi kalau misalnya belum perlu beli baju karena bajunya masih bagus, sepatunya masih bagus, ya enggak usah beli. Jadikan aja itu uang tabungan," ujar Kamaruddin.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Kadispendikbud menyebutkan tiga pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan, yaitu Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan Bank Papua. Selain itu, partisipasi masyarakat dan pemerintah kampung juga diharapkan untuk mencegah penyalahgunaan dana.
"Kami tidak ingin dana Biak Pintar ini disalahgunakan. Artinya digunakan bukan untuk kepentingan, keperluan pendidikan anak-anak kita. Jadi, saya berharap kita semua bisa mengawasi," tutupnya.