SuaraJournalist-KPK.ID – BEKASI | Ketua Laskar Merah Putih kota Bekasi, R Erwan Saputra,.SE menyayangkan insiden bentrok antar ormas yang terjadi di depan Pemkot Bekasi, Kamis (25/1) kemarin.
Ketika di temui awak media
Suara Journalist KPK pagi tadi, ia sempat berkomentar terkait hal tersebut. Menurut dia tindakan tindakan semacam itu tidak seharusnya terjadi.
“Sebagai ormas harus mengedapankan etika berorganisasi yang baik dan benar dalam. Kithahnya sebagai sosial control juga penyambung dan penyuara masyrakat tapi dalam pergerakan nya harus arif dan bijak sana agar terjadi sinergi dalam cipta kondisi yang baik untuk semua elemen masyarakat yang mana anggota ormas itu juga adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.” Katanya, Jum'at (26/1)
Ia menambahkan bahwa di tahun – tahun politik seperti saat ini, pimpinan ormas harus lebih waspada untuk tidak ditunggangi oleh kepentingan politik yang akan mengorbankan masyarakat.
“Disituasi menjelang pilkada ini memang agak rawan intrik-intrik politik yang mengunakan ormas sebagai objek untuk kepentingan kelompok. Ini yang harus di waspadai oleh pemimpin -pimpinan ormas agar tidak mengorbankan anggota -angota nya yang juga bagian dari masyarakat hanya untuk kepentingan sesaat.” Ujarnya.
Itu lah sebab nya, Lanjut Erwan “kenapa laskar merah putih kota bekasi tidak ada di dalam insiden tersebut yang kebetulan pada hari itu kami juga sedang menyuarakan aspirasi kami di gedung MA atas perintah ketua umum markas besar laskar dan memang selalu bertindak hati - hati serta mengedepankan objectifitas dalam melakukan pergerakan dan pengerahan masa”. Tandasnya.
Erwan berharap kepada penegak hukum untuk bertindak tegas dan segera mengusut dalang di balik bentrok yang diduga melibatkan empat kelompok ormas yang belum di ketahui secara pasti apa motifnya.
“Saya meminta agar aparat penegak hukum mengusut dan menindak tegas aktor intelekrual di balik insiden ini. Karena hal semacam ini dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat kota Bekasi dan saya juga berharap kepada ketua-ketua organisasi masyarakat yang berselisih agar dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan dialog untuk peselisihan perbedaan pandangan ini agar tidak lagi terjadi konflik yang berkepanjangan yang akan memecah belah rasa persaudaraan antar eleman masyarakat kota bekasi.” Pungkasnya.
Sebelumnya, menurut informasi dari pihak kepolisian, bentrokan bermula saat LSM GMBI dengan jumlah massa kurang lebih 700 orang melakukan orasi.
Aksi unjuk rasa mulai ricuh ketika sejumlah ormas lain datang untuk meredam aksi yang telah berlangsung.
Tak puas dengan itu, bentrokan hampir terjadi antara ormas dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP yang memagari kantor Pemerintah Kota Bekasi diserang dengan lemparan batu dan kayu.
(Rudi)