30 Maret 2024 | Dibaca: 1929 Kali
CWIG Geram Di Duga Triliunan Uang Masyarakat Disikat Dua Investasi Bodong Smart Wallet Dan BBH

Jakarta, Suara Journalist KPK
Ketua Umum CWIG (Cerdas Waspada Investasi Global) Henry Hosang Geram dengan masih maraknya Penipuan penipuan Investasi dengan modus Robot Trading dan Agency periklanan dari Inggris. BBH Indonesia menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan cara pengunduhan aplikasi yang telah disediakan. Namun entitas ini terbukti melakukan aktivitas penipuan dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin yang dimilikinya. Temuan serupa juga didapat dari entitas Smart Wallet, dimana perusahaan ini tidak memiliki izin resmi dari otoritas terkait dan aplikasi yang dimilikinya melakukan aktivitas penipuan berkedok robot trading.
CWIG (Cerdas Waspada Investasi Global) selesai pelantikan dan deklarasi akan berperan aktifKoordinasi dan kolaborasi dengan berbagai Institusi institusi terkait untuk melakukan pencegahan, pengawasan dan pelaporan, kita tutup semua akses pergerakan para pelaku investasi Bodong di Indonesia, Tangkap, Proses Hukum, tegas Ketum CWIG Henry Hosang”.
CWIG berharap pemerintah wajib memberikan perhatian khusus dalam pencegahan, pengawasan dan penindakan terhadap investasi investasi Bodong di Indonesia, Jangan sudah jatuh korban banyak baru bertindak, kasian uang masyarakat, banyak korban investasi bodong sampai bunuh diri, seharusnya pemerintah dari awal bisa melakukan pencegahan melalui informasi informasi masyarakat melalui medsos adanya dugaan praktek investasi bodong.
Ini harusnya segera bertindak, jangan menunggu ada korban baru bertindak, kita belajar pengalaman pengalaman yang sebelumnya. Hosang mengatakan, kalau pemerintah mau melakukan pencegahan dari awal harusnya bisa.
Karena modus modus investasi bodong sangat mudah sekali di deteksi, hanya saja pemerintah mau atau tidak. ucap Hosang” CWIG Mendesak, institusi Polri segera bertindak cepat menangkap dan proses Hukum para pelaku kejahatan Investasi bodong Smart Wallet dan BBH, tangkap Founder atau Leader besar nya, informasi yang kami terima uang member banyak transfer ke perorangan, jadi ada kemungkinan pucuk nya ketemu,” ujar Hosang. (Hn/SJ-KPK)