,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
23 Desember 2025 | Dibaca: 1977 Kali
Klaim DDC “Printing Money of Indonesia” oleh CEO BAT Bank Menuai Sorotan DPP CWIG

Jakarta, Suara Journalist KPK,  Dugaan praktik keuangan ilegal yang melibatkan PT BAT Instrumen Bank Internasional (BAT Bank) semakin menguat setelah korban dugaan penipuan dan penggelapan dana secara resmi memberikan kuasa penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat Cerdas Waspada Investasi Global (DPP CWIG) untuk menempuh langkah hukum yang diperlukan.

Pemberian kuasa tersebut efektif sejak 17 Desember 2025, mencakup pengiriman somasi, upaya hukum pidana dan perdata, serta pengaduan kepada instansi berwenang, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Keterangan Korban: Dokumen DDC dengan Klaim “Printing Money of Indonesia”
Berdasarkan keterangan korban, dalam pertemuan di kantor BAT Bank, CEO yang dikenal sebagai Dato Sulaiman disebut menunjukkan secara langsung dokumen Demand Deposit Certificate (DDC) kepada korban dan sejumlah calon nasabah Platinum Membership.
Menurut korban, dokumen DDC tersebut diperlihatkan dengan bantuan lampu LED dan senter HP, menonjolkan gambar Burung Garuda dan fitur pengaman visual, serta disertai klaim lisan bahwa dokumen tersebut merupakan bagian dari “printing money of Indonesia”, sebagaimana disampaikan oleh Dato Sulaiman.
Namun demikian, penggunaan narasi tersebut terhadap dokumen keuangan komersial dinilai berpotensi menyesatkan, karena dapat menimbulkan kesan seolah-olah dokumen tersebut memiliki legitimasi, afiliasi, atau pengesahan dari otoritas moneter negara.

Ketua Umum DPP CWIG, Henry Hosang, menegaskan bahwa kewenangan terkait sistem moneter serta penerbitan dan pengamanan dokumen negara berada di bawah otoritas Bank Indonesia, sementara pencetakan dokumen sekuritas negara dilaksanakan oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) berdasarkan penugasan resmi, bukan oleh entitas swasta.
Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan surat resmi otoritas yang diterima CWIG, BAT Bank tidak memiliki izin dari OJK maupun Bank Indonesia sebagai lembaga keuangan di Indonesia. Somasi Digital Telah Dikirim, Henry Hosang menyampaikan bahwa langkah hukum telah berjalan secara bertahap dan terukur.
“Pada 18 Desember 2025, CWIG telah mengirimkan somasi resmi melalui email dan WhatsApp kepada manajemen BAT Bank. Dalam waktu dekat, somasi fisik akan segera kami kirimkan sebagai bentuk penegasan dan kepatuhan terhadap prosedur hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa apabila somasi tersebut diabaikan, Tim Legal DPP CWIG akan segera menempuh langkah hukum lanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>